Kekerasan Perempuan dan Anak Meningkat, Ini Strategi Bupati Jepara

- Kamis, 17 Februari 2022 | 07:25 WIB
Sekretaris Daerah Jepara Edy Sujatmiko membuka Rapat Koordinasi Pencegahan dan Penanganan Kasus Perempuan dan Anak di Gedung Shima, Setda Jepara, Rabu (16/2). (suaramerdeka.com/Sukardi)
Sekretaris Daerah Jepara Edy Sujatmiko membuka Rapat Koordinasi Pencegahan dan Penanganan Kasus Perempuan dan Anak di Gedung Shima, Setda Jepara, Rabu (16/2). (suaramerdeka.com/Sukardi)

JEPARA,suaramerdeka-muria.comBupati Jepara Dian Kristiandi meminta upaya pencegahan tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak, harus benar-benar menyentuh inti permasalahan.

Ia mengatakan, upaya pencegahan jangan hanya greget di awal atau meriah secara seremonial.

"Jangan Cuma geger di medsos tapi tidak ada apa-apa. Itu hanya mengejar viral," pesan bupati disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Jepara Edy Sujatmiko kepada peserta rapat koordinasi pencegahan dan penanganan kasus perempuan dan anak di Gedung Shima Jepara, Rabu (16/2).

BACA JUGA : Duh, Guru Ngaji di Kudus Tega Cabuli Muridnya Saat Ujian

Pentingnya melakukan kegiatan yang menyentuh inti persoalan itu, tandas Edy, seiring signifikannya kenaikan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Jepara.

Jika pada tahun 2020 tercatat 32 kasus, sepanjang tahun lalu telah naik ke angka 51. Rinciannya, 20 kasus kekerasan perempuan dan 31 kasus kekerasan anak.

Dari 20 kasus kekerasan terhadap perempuan tahun 2021, separohnya adalah kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Sedangkan dari 31 kasus kekerasan anak, 35,5 persen atau 11 di antaranya, adalah kasus kekerasan seksual.

Edy meyakini, catatan itu adalah fenomena puncak gunung es di tengah lautan.

“Kasus yang tidak tercatat jauh lebih besar. Untuk itu, tingkatkan sinergitas dan kerja sama lintassektor serta dukungan dari semua unsur,” pesannya.

Secara khusus, dia meminnta camat untuk mengarahkan pemerintah desa agar ikut dalam penanganan persoalan ini.

“Sediakan anggaran desa untuk pencegahan, sosialisasi, pemberdayaan masyarakat, pendampingan, rehabilitasi, serta bantuan sosial dan kesehatan,” tandasnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Inah Nuroniah mengatakan.

Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak tidak hanya naik dari sisi kuantitas.

“Varian kasusnya juga semakin meningkat. Banyak kasus kekerasan anak yang pelakunya justru orang terdekat yang tak pernah disangka-sangka,” tandasnya.

Halaman:

Editor: Abdul Muiz

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pemkab Salurkan 1.317 Ton Bantuan Pangan Beras

Sabtu, 20 Mei 2023 | 11:47 WIB
X