Dari Ojol hingga Jurnalis, RS Mardi Rahayu Daftarkan 291 Pekerja Rentan ke BP Jamsostek

- Jumat, 28 Januari 2022 | 15:40 WIB
Dirut RS Mardi Rahayu dokter Pujianto menyerahkan kartu BP Jamsostek kepada perwakilan pekerja rentan, Jumat (28/1). (suaramerdeka.com/Saiful Annas)
Dirut RS Mardi Rahayu dokter Pujianto menyerahkan kartu BP Jamsostek kepada perwakilan pekerja rentan, Jumat (28/1). (suaramerdeka.com/Saiful Annas)

Pada program Jaminan Kecelakaan Kerja, pekerja akan mendapatkan perlindungan dari risiko kecelakaan kerja yang dialami saat bekerja.

“Manfaatnya berupa uang tunai dan atau pelayanan kesehatan yang diberikan pada saat peserta mengalami kecelakaan kerja di mulai saat perjalanan dari rumah menuju tempat kerja sampai kembali lagi ke rumahnya atau penyakit yang disebabkan oleh lingkungan kerja,” katanya.

Pada Program Jaminan Kematian, beban keluarga dari peserta yang meninggal dunia akibat Kecelakaan Kerja atau Penyakit Akibat Kerja, akan diringankan. Sebab ahli waris akan mendapatkan biaya pemakaman sebesar Rp 10 juta, santunan kematian sebesar Rp 20 juta dan santunan berkala sebesar Rp 12 juta.

“Kami juga menjamin beasiswa untuk dua orang anak peserta yang memenuhi masa iuran minimal 3 tahun hingga perguruan tinggi,” katanya.

Multaanti menambahkan, pihaknya terus mendorong peran aktif swasta untuk mendaftarkan pekerja rentan sebagai peserta BP Jamsostek kategori bukan penerima upah.

“Sudah ada lima instansis wasta, salah satunya RS Mardi Rahayu yang pertama di Kudus ikut dalam program ini. Kami mendorong pihak swasta untuk turut serta memberikan manfaat bagi para pekerja rentan lainnya,” katanya.

 

 

 

 

Halaman:

Editor: Abdul Muiz

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X