Jepara Kekurangan Jumlah Penghulu

- Sabtu, 8 Januari 2022 | 16:19 WIB
Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Jepara Muh Habib bersama staf foto bersama disela sela kegiatan sepeda sehat di Halaman Parkir Gedung Pulat Layanan Haji Umrah Terpadu (PLHUT) Kankemenag Jepara, Jumat(8/1). (suaramerdeka.com/Sukardi)
Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Jepara Muh Habib bersama staf foto bersama disela sela kegiatan sepeda sehat di Halaman Parkir Gedung Pulat Layanan Haji Umrah Terpadu (PLHUT) Kankemenag Jepara, Jumat(8/1). (suaramerdeka.com/Sukardi)

JEPARA,suaramerdeka-muria.com - Jumlah penghulu di Kabupaten Jepara terus berkurang karena pensiun. Sehingga, jumlah personal yang ada sekarang, semakin jauh dari kebutuhan ideal. Belum adanya pengangkatan pegawai baru, menjadi pengebabnya.

"Jumlah Ideal Penghulu di setiap KUA adalah dua orang –yakni Kepala dan Penghulu. Sehingga, apabila ada jadwal yang sama bisa saling membagi tugas,’’ ujar Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Jepara Muh Habib didampingi Kasubag TU  Akhsan Muhyidin disela-sela kegiatan Sepeda Sehat dalam rangkaian HAB ke-76 Kemenag, Jumat(8/1).

Dijelaskan, di Kabupaten Jepara ada 16 Kantor Urusan Agama (KUA) yang tersebar di 16 kecamatan. Termasuk, ada ada diseberang lautan, Karimunjawa. Jumlah penghulu terus mengalami penyusutan. Pada tahun 2019, ada 27 penghulu. Berkurang menjadi 26 pada 2020, dan tinggal 23 pada 2021.

BACA JUGA : Peringati Hari Amal Bakti, Kemenag Diharapkan Beri Pelayanan Lebih Baik

Fenomena di lapangan, jika sedang bulan bulan musim nikah, ada penghulu yang menghadiri akad nikah di luar kantor lebih dari tiga dalam sehari.  Pernah ada, pagi hari, ada jadwal nikah tiga tempat.

’Tentang penghulu melaksanakan tugas nikah diluar kantor lebih di 3 tempat, bukan terpaksa akan tetapi memang bisa dilaksanakan sesuai jadwal yang telah disepakati bersama dengan keluarga calon pengantin,’’ terang Muh Habib.

 Kebutuhan penghulu, ujarnya, tidak serta merta dapat dikalkulasikan dengan jumlah nikah. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi ketersediaan penghulu, antara lain  waktu pelaksanaan nikah yang telah ditentukan oleh keluarga calon pengantin (catin).

Dengan alasan tertentu , paparnya, waktu yang telah ditentukan tidak bisa dirubah, maka memungkin terjadinya jadwal yang bertabrakan dengan jadwal nikah ditempat lain

Faktor kondisi geografis wilayah kecamatan, ujarnya, semakin sulit kondisi geografis suatu wilayah maka membutuhkan waktu yang cukup panjang untuk berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain.

Halaman:

Editor: Abdul Muiz

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Bandar Narkoba Asal Karimunjawa Ditangkap

Rabu, 25 Mei 2022 | 16:42 WIB

Pekan Depan Terbang, Masih Menjalani Manasik

Selasa, 24 Mei 2022 | 23:05 WIB

Jepara Raih Predikat WTP 12 Kali Berturut-turut

Selasa, 24 Mei 2022 | 16:42 WIB

Penjabat Bupati Jepara Buka Posko Aduan

Selasa, 24 Mei 2022 | 16:34 WIB
X