Longsor Bahu Jalan Ditangani dengan Karung Pasir, Warga: Pemprov Jateng Kurang Serius

- Kamis, 6 Januari 2022 | 18:26 WIB
Salah satu titik longsor pada jalan provinsi Ruas Lasem-Sale hanya ditangani menggunakan karung pasir dan bambu. (suaramerdeka.com/Ilyas al-Musthofa)
Salah satu titik longsor pada jalan provinsi Ruas Lasem-Sale hanya ditangani menggunakan karung pasir dan bambu. (suaramerdeka.com/Ilyas al-Musthofa)

REMBANG, suaramerdeka-muria.com – Pemprov Jateng dianggap kurang serius dalam melakukan penanganan longsor pada bahu jalan ruas Lasem-Sale.

Pasalnya, longsor pada bahu jalan provinsi tersebut, tepatnya di Dukuh Watuceleng Karas Kecamatan Sedan hanya ditangani menggunakan karung pasir dan bambu.

Hal ini berpotensi membahayakan pengendara lantaran karung pasir ditumpuk di tepi badan jalan justru menimbulkan beda tinggi dengan bahu jalan.

Pantauan Suara Merdeka, titik longsor memanjang sekira 5 meter.

Longsor setidaknya sudah terjadi sejak November 2021 lalu.

Baca Juga: Terbitkan SK Pemberhentian Anggota DPRD Blora dari Gerindra, Gubernur Ganjar Pranowo Digugat Rp 51 Miliar

Longsor diperparah oleh kondisi jalan yang berada di tepi jurang.

Seorang warga Desa Karas, Balig Muaidi menyebut, Pemprov Jateng terkesan kurang serius dalam melakukan penanganan longsor.

Sebab, penanganan hanya dilakukan menggunakan karung pasir di bahu jalan dan potongan bambu.

Menurut Balig, semestinya Pemprov Jateng bisa menggunakan anggaran darurat dalam penanganan titik longsor sehingga tidak hanya berupa karung pasir.

Halaman:

Editor: Ilyas al-Musthofa

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kabupaten Rembang Diguncang Gempa 2,8 SR

Sabtu, 21 Mei 2022 | 18:54 WIB
X