Viral Seksi Dancer Rembang, Wakil Ketua DPRD: Satpol dan Pihak Hotel Lalai

- Rabu, 29 Desember 2021 | 15:45 WIB
Ballroom di Hotel Gajah Mada yang menjadi lokasi seksi dancer menjadi salah satu sasaran yang disegel. (suaramerdeka.com/Ilyas al-Musthofa)
Ballroom di Hotel Gajah Mada yang menjadi lokasi seksi dancer menjadi salah satu sasaran yang disegel. (suaramerdeka.com/Ilyas al-Musthofa)

REMBANG, suaramerdeka-muria.com – Wakil Ketua DPRD Rembang, Ridwan, menyilakan Aparat Penegak Hukum (APH) melakukan proses hukum atas kasus seksi dancer pada perayaan ulang tahun di Hotel Gajah Mada pada 23 Desember 2021 lalu.

Menurut politisi PDI Perjuangan itu, adanya seksi dancer di Rembang itu sebagai bentuk kelalaian aparat penegak Satpol PP dan pengelola hotel.

Baca Juga: Resmi, Jadi Lokasi Seksi Dancer, Hotel Gajah Mada Rembang Ditutup Paksa

Lebih-lebih mereka dianggap kurang jeli mengantisipasi kemungkinan terjadinya peristiwa tersebut.

“Sebagai wakil rakyat, saya prihatin dan menyayangkan, sangat sedih. Tidak lain adalah bentuk kelalaian pengelola, kelalaian aparat penegak Perda. Lebih jauh lagi, kurang jelinya dalam mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan,” terangnya.

Baca Juga: Kasus Seksi Dancer Rembang, Polisi Mintai Keterangan 7 Orang, tapi Belum Masuk BAP

Ridwan mengungkapkan, jika sudah terjadi seperti ini semestinya ada pelajaran.

Ia menyebut, teguran saja untuk pihak yang terlibat tidak cukup.

Sebab, pagelaran seksi dancer yang di dalamnya ada aksi perempuan seperti berbikini berlenggak-lenggok erotis, sama halnya menantang aparat dan masyarakat Rembang bersuara.

“Peluang hukum dipersilakan untuk melakukan tindakan bagi aparat penegak humum. Mau itu pidana, atau penegakkan Perda, kami pantau,” ujarnya.

Halaman:

Editor: Ilyas al-Musthofa

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Masih Ada Alsintan Yang Disalahgunakan

Kamis, 10 November 2022 | 17:02 WIB
X