Taman Lampion Kudus Butuh Perbaikan

- Sabtu, 11 Desember 2021 | 07:10 WIB
Kondisi Taman Lampion di Taman Krida Kabupaten Kudus. (suaramerdeka.com/Anton WH)
Kondisi Taman Lampion di Taman Krida Kabupaten Kudus. (suaramerdeka.com/Anton WH)

KUDUS,suaramerdeka-muria.com - Sempat digadang-gadang menjadi spot objek wisata baru di dalam kota, kini nasib Taman Lampion merana. Ketidaktersediaan anggaran akibat refokusing Covid 19 menjadi penyebabnya.

Perbaikan juga memperhitungkan animo publik, apakah masih menarik perhatian wisatawan atau tidak. Saat ini, kondisi Taman Lampion benar-benar membutuhkan perbaikan. Sejumlah lampu mati, juga miniatur hewan yang terdapat di dalamnya. Belum lagi kondisi kolam yang terkesan kurang terawat.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Mutrikah menjelaskan hanya dapat merawat secara rutin. Perbaikan belum dapat dilakukan karena belum tersedia anggaran.

BACA JUGA : Ubah Perda RTRW untuk Jaring Investor, Bupati Kudus Jamin Lahan Pertanian Aman

"Karena untuk memperbaiki juga butuh anggaran, kami belum bisa memperbaiki," tandasnya.

Animo publik juga fluktuatif.  Ketika awal dibuat pada 2016, taman lampion itu ramai. Namun memasuki 2018 mulai berkurang dan kunjungan masyarakat menurun.

Pihaknya melakukan perhitungan biaya listrik yang dipergunakan untuk lampion. Ketika lampion dihidupkan, sementara pengunjungnya nggak ada, maka akan tidak seimbang antara biaya dan penerimaan PAD.

Atas pertimbangan-pertimbangan itulah, sehingga perlu penyikapan. Terlebih biaya listrik untuk kebutuhan taman lampion bila semua menyala tergolong besar. Kondisi tersebut menyebabkan lampion tidak dinyalakan selama Pandemi.

Yulia Arifatul Kasubag TU UPTD Pengelola Tempat Wisata pada Disbudpar Kudus menyebut kerusakan terpantau sejak 2018. Pasalnya,  lokasi objek berada di outdoor dan dikelilingi pohon. Sehingga kerap terjadi korsleting dan tertimpa ranting pohon.

Halaman:

Editor: Abdul Muiz

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X