Tak Terima Mobil Ditarik Paksa Debt Collector di Tol Kaligawe, Warga Kudus Gugat ke Pengadilan

- Kamis, 9 Desember 2021 | 06:13 WIB
Kuasa hukum penggugat menunjukkan kunci mobil sebagai tanpa kepemilikan kendaraan yang dipersoalkan tersebut, Rabu (8/12) siang. (suaramerdeka.com/Anton WH)
Kuasa hukum penggugat menunjukkan kunci mobil sebagai tanpa kepemilikan kendaraan yang dipersoalkan tersebut, Rabu (8/12) siang. (suaramerdeka.com/Anton WH)

KUDUS,suaramerdeka-muria.com - Persoalan penarikan kendaraan yang masih mempunyai persoalan hutang dengan leasing kembali terjadi. Bahkan, saat ini persoalan tersebut sudah memasuki tahap awal persidangan di PN Kudus.

Penggugat, Assyiri melalui pengacaranya, Kusnan Cindhunata, kepada awak media, Rabu (8/12) menyatakan pada 29 September 2021, kliennya berpergian ke Semarang menggunakan Toyota Yaris.

Sesampainya di tol Kaligawe, kliennya dihentikan oleh sejumlah orang yang mengaku mempunyai kuasa untuk mengambil mobil tersebut. Alasannya, mobil tersebut belum melunasi angsuran pokok sebesar Rp 89 juta dan bila ditotal dengan dendanya mencapai Rp 300 juta.

BACA JUGA : Tak Terima Motor Anggota Ditarik Debt Collector, Ormas Grib Geruduk Kantor Leasing

''Mereka meminta STNK dan mengarahkan ke salah satu lembaga pembayaran leasing di dekat exit tol Gayamsari,'' katanya.

Adu argumen terjadi, namun kendaraan tetap tidak dapat dikeluarkan dari tempat tersebut. Perkembangan keesokan harinya, disampaikan mobil sudah diamankan di Polrestabes Semarang.

Ketika klien dan penggugat mengecek ke institusi kepolisian tersebut, mereka mendapat jawaban yang mengejutkan. Beberapa personel yang ditemui mengaku tidak tahu menahu dengan keberadaan mobil.

''Mereka menegaskan tidak ada kaitannya dengan keberadaan mobil di tempat tersebut,'' paparnya.

Kondisi tersebut akhirnya disoal secara perdata. Tergugat pertama yakni PT Rajawali Dame Perkasa dan tergugat dua, PT BCA Finance. Mereka menuntut mobil yang saat sekarang tidak diketahui kliennya berada di mana untuk dikembalikan. Kedua tergugat juga diminta membayar kerugian materiial secara tanggung renteng sebesar Rp 1,2 miliar.

Halaman:

Editor: Abdul Muiz

Tags

Artikel Terkait

Terkini

46 Desa di Kudus Miliki Satgas Adat, Ini Tugasnya

Rabu, 23 November 2022 | 22:15 WIB

Ratusan Buruh Rokok asal Jepara Dapat BLT DBHCT

Kamis, 17 November 2022 | 19:09 WIB

Kirab Kebangsaan Ramaikan Maulid dan Haul Mbah Datuk

Minggu, 13 November 2022 | 20:19 WIB

Momen Hari Pahlawan, Bupati Hartopo Ingatkan Persatuan

Sabtu, 12 November 2022 | 06:39 WIB

Di Kudus, 391 Orang Telah Daftar Seleksi PPPK Guru

Sabtu, 12 November 2022 | 06:33 WIB
X