Ubah Perda RTRW untuk Jaring Investor, Bupati Kudus Jamin Lahan Pertanian Aman

- Kamis, 9 Desember 2021 | 08:05 WIB
Bupati Kudus HM Hartopo membacakan usulan enam Ranperda pada rapat paripurna di gedung DPRD Kudus, Rabu (8/12). (suaramerdeka.com/dok)
Bupati Kudus HM Hartopo membacakan usulan enam Ranperda pada rapat paripurna di gedung DPRD Kudus, Rabu (8/12). (suaramerdeka.com/dok)

KUDUS,suaramerdeka-muria.com – Pemkab Kudus tengah mengusulkan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Kudus 2021-2041. Perda ini penting untuk menangkap peluang investasi agar bisa masuk ke Kabupaten Kudus.

Bupati Kudus Hartopo mengatakan, Pemkab Kudus telah menindaklanjuti hasil konsultasi Rencana RTRW ke Kementerian Dalam Negeri melalui rapat lintas sektoral.

“Pada rapat linsek (lintas sektoral - Red) itu memang secara teknisnya ada permohonan perubahan status lahan untuk industri yang selama ini terkendala peruntukannya. Karena itu perlu diubah warnanya dalam RTRW kita,” katanya, Rabu (8/12).

BACA JUGA : Bahas RAPBD 2022, DPRD Kudus Nilai Kontribusi PAD Masih Minim

Hanya saja, perubahan status lahan untuk industri itu tidak boleh mengganggu lahan produktif pertanian. “Perubahan status lahan untuk industri akan difokuskan di lahan-lahan tidur dan yang sudah dimanfaatkan untuk nonpertanian. Lahan pertanian produktif seperti di Undaan tidak disentuh,” katanya.

Ranperda RTRW diusulkan ke DPRD Kudus bersama lima Ranperda lainnya. Lima Ranperda yang diusulkan yakni Ranperda Pengelolaan Keuangan Daerah, Perubahan perda Nomor 3 Tahun 2016 tentang Pembentukan Susunan Perangkat Daerah, dan Pencabutan Perda Nomor 3 Tahun 2008 tentang Urusan Pemerintahan yang Menjadi Kewenangan Pemerintah Daerah.

Dua Ranperda lainnya yakni Pengelolaan dan Pelestarian Cagar Budaya di Kabupaten Kudus dan Perubahan Perda Nomor 6 Tahun 2015 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

DPRD telah menjadwalkan pembentukan tiga pansus untuk membahas enam Ranperda itu. Kami berharap bisa segera dibahas dan disahkan,” katanya.

Ketua DPRD Kudus menambahkan, alih fungsi lahan untuk menangkap peluang investasi tidak akan mengganggu lahan pertanian produktif. Lahan-lahan yang diusulkan peruntukannya untuk industri berada di pinggir jalan lingkar selatan Kudus hingga Jalan Kudus – Pati dan jalan Kudus – Jepara.

Halaman:

Editor: Abdul Muiz

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X