Diwaspadai Siklus Bencana Delapan Tahunan, Penanganan Bencana Terbentur Kewenangan

- Selasa, 7 Desember 2021 | 07:50 WIB
Sejumlah peralatan penanganan bencana BPBD disiapkan mengantisipasi berbagai kemungkinan terkait perubahan cuaca, Senin (6/12) siang. (suaramerdeka.com/Anton WH)
Sejumlah peralatan penanganan bencana BPBD disiapkan mengantisipasi berbagai kemungkinan terkait perubahan cuaca, Senin (6/12) siang. (suaramerdeka.com/Anton WH)

KUDUS,suaramerdeka-muria.com - Penangananan dan antisipasi bencana di Kabupaten Kudus masih terbentur persoalan kewenangan. Hal itu salah satunya terkait penanganan atas sungai yang berpotensi limpas dan banjir. Kondisi tersebut berlangsung hingga saat sekarang.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus Budi Waluyo didampingi Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana Wiyoto Willy, Senin (6/12) menyatakan sejumlah warga di sekitar alur sungai sejak beberapa tahun terakhir mendesak dilakukannya normalisasi. Normalisasi diperlukan untuk mengurangi risiko limpasan bahkan tanggul bobol.

''Itu bukan kewenangan pemerintah daerah, tetapi pemerintah pusat,'' katanya.

BACA JUGA : Akses Jalan ke Wonosoco Ambyar Ganggu Evakuasi Saat Bencana

Setiap pengajuan sejauh ini dijawab sudah masih program atau dianggarkan. Namun, hingga saat sekarang kegiatan tersebut belum sepenuhnya direalisasikan. Ironisnya, banjir seringkali menerjang wilayah-wilayah sekitar alur sungai.

''Kondisi tersebut menyulitkan di lapangan,'' paparnya.

Sebagai antisipasi di tingkat lokal, pihaknya dalam beberapa bulan terakhir menggelar bersih-bersih sungai. Semua komponen BPBD, relawan beserta instansi di Kudus digerakkan.

''Kami juga mengajak warga sekitar untuk ikut peduli dan tidak hanya menonton saja,'' ujarnya.

Upaya lainnya, pemetaan daerah ''merah'' atau yang rawan mengalami banjir atau musibah lainnya. Dia mencontohkan, untuk tanah longsor daerah merahnya Menawan, Rahtawu di Kecematan Gebog serta sejumlah desa di Kecamatan Dawe. Adapun banjir terdapat di sejumlah desa di Kecamatan Jekulo, Jati, Mejobo, Undaan dan Kaliwungu.

Halaman:

Editor: Abdul Muiz

Tags

Artikel Terkait

Terkini

46 Desa di Kudus Miliki Satgas Adat, Ini Tugasnya

Rabu, 23 November 2022 | 22:15 WIB

Ratusan Buruh Rokok asal Jepara Dapat BLT DBHCT

Kamis, 17 November 2022 | 19:09 WIB

Kirab Kebangsaan Ramaikan Maulid dan Haul Mbah Datuk

Minggu, 13 November 2022 | 20:19 WIB
X