Akhir Tahun, Pemkab Kudus Kebut Perbaikan 10 Sekolah Rusak

- Selasa, 7 Desember 2021 | 07:30 WIB
Sejumlah pekerja mengebut perbaikan gedung SDN 4 Prambatan Kidul, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, Senin (6/12). (suaramerdeka.com/Saiful Annas)
Sejumlah pekerja mengebut perbaikan gedung SDN 4 Prambatan Kidul, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, Senin (6/12). (suaramerdeka.com/Saiful Annas)

KUDUS,suaramerdeka-muria.com – Pemkab Kudus mengebut perbaikan sepuluh sekolah rusak pada akhir tahun ini. Total anggaran yang dikucurkan mencapai Rp 1,648 miliar. Anggaran tersebut berasal dari APBD Perubahan 2021 yang ditetapkan bupati Kudus melalui Peraturan Kepala Daerah (Perkada).

Kabid Pendidikan Dasar Disdipora Kabupaten Kudus Moh Zubaedi menyebutkan, sepuluh sekolah rusak yang diperbaiki yakni SDN 4 Prambatan Kidul (Rp 200 juta), SDN 1 Terban (Rp 200 juta), SDN 3 Bakalan Krapyak (Rp 125 juta), SDN 3 Payaman (Rp 125 juta), SDN 2 Mlati Norowito (Rp 198,776 juta), SDN 3 Jepang Pakis (Rp 200 juta), SDN 2 Sambung (Rp 200 juta), dan SD 3 Undaan Tengah (Rp 200 juta).

“SD Krandon mendapatkan anggaran perbaikan pagar sekolah sebesar Rp 200 juta dan SD 2 Megawon dikucuri anggaran Rp 200 juta untuk perbaikan ruang perpustakaan. Saat ini sudah mulai proses pengerjaan, diharapkan bisa rampung tepat waktu,” katanya, Senin (6/12).

BACA JUGA : Perbaikan Sekolah Rusak Tebang Pilih

Sekretaris Komisi D DPRD Kudus Muhtamat mengatakan, perbaikan sekolah rusak itu harus dikawal pelaksanaannya karena waktu yang cukup mepet. “Karena waktu yang mepet, pelaksana harus melaksanakan dengan efektif dan efisien. Kualitas hasil pembangunan harus dikawal agar sesuai rencana yang telah ditetapkan,” katanya.

Ia berharap hasil perbaikan sekolah rusak itu bisa awet sehingga kedepan tidak ada lagi persoalan kerusakan sekolah dari hasil pembangunan itu. “Untuk sekolah yang rusak lainnya, DPRD akan terus mengawal anggarannya agar segera bisa dituntaskan proses perbaikannya,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala SDN 4 Prambatan Kidul Himawanto mengatakan, dari tiga ruang kelas yang rusak, dua ruang kelas telah dalam proses perbaikan. Rehab ruang kelas dengan nilai Rp 189,4 juta itu telah dimulai 26 November lalu. Perbaikan dua ruang sekolah itu ditargetkan rampung dalam 30 hari kalender.

Himawanto mengatakan, proses belajar mengajar di sekolahnya kini masih berjalan dengan memanfaatkan ruang yang ada. Siswa masuk bergiliran pagi dan siang. “Kami berharap satu ruang kelas yang masih rusak bisa diperbaiki tahun depan,” katanya.

Editor: Abdul Muiz

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pemodal Tiongkok Minati Investasi Biogas di Kudus

Senin, 24 Januari 2022 | 06:55 WIB

Polisi Sikat Pelaku Judi Online di Kudus

Jumat, 21 Januari 2022 | 14:55 WIB

Kebakaran di Pasar Kliwon, Kantor BRI Unit Kota Ludes

Kamis, 13 Januari 2022 | 13:23 WIB

Hanura Perintahkan Kader Hadir di Tengah Masyarakat

Kamis, 30 Desember 2021 | 17:20 WIB
X