Desa Wisata Janggalan Punya Klinik Kecantikan di Gedung Peninggalan Belanda

- Minggu, 5 Desember 2021 | 15:15 WIB
Pemilik Muntira Skincare Renni Yuniati menjelaskan detal ruangan peninggalan Belanda yang digunakan untuk klinik kecantikan di Desa Wisata Janggalan Kudus, Minggu (5/12). (suaramerdeka.com/Saiful Annas)
Pemilik Muntira Skincare Renni Yuniati menjelaskan detal ruangan peninggalan Belanda yang digunakan untuk klinik kecantikan di Desa Wisata Janggalan Kudus, Minggu (5/12). (suaramerdeka.com/Saiful Annas)

KUDUS,suaramerdeka-muria.com – Desa Wisata Janggalan, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus memiliki satu destinasi baru klinik perawatan kecantikan. Uniknya, Klinik kecantikan Muntira Skincare itu menempati bangunan kolonial Belanda yang dibangun tahun 1926.

Bangunan Belanda itu berada persis pinggir jalan Sunan Kudus, tak jauh dari makam dan Menara Sunan Kudus. Pemilik Muntira Skincare yang juga Ketua Pokdarwis Janggalan Renni Yuniati mengatakan, bangunan peninggalan Belanda tersebut masih asli. Detail bangunannya pun instagramable sehingga pas untuk warga yang suka berswafoto.

Reni menuturkan, keistimewaan tempat Muntira yang baru itu pasien bisa mendapatkan perawatan yang komprehensif untuk meningkatkan kesehatan kulit dan tubuh secara menyeluruh. Setelah selesai perawatan pasien bisa menikmati cafe Muz - Muz di bagian belakang klinik.

BACA JUGA : Menengok Geldara, Gelaran Dagangan Rakyat Desa Janggalan Sambut Penetapan Desa Wisata

“Bangunan Muntira ditempat baru ini adalah rumah kuno peninggalan sejarah Kudus pada masa lampau. Bangunan peninggalan  zaman Belanda medio tahun 1900 ini dipertahankan keutuhannya, yang menjadi bukti sejarah pada masa penjajahan Belanda di tahun tersebut,” kata Renni yang juga dosen Fakultas Kedokteran Undip ini.

Ia menambahkan, klinik ini di bawah naungan PT Muntira Kosmeditama merupakan industri maklon kosmetik yang sudah mendapatkan serifikat CPKB (cara pembuatan kosmetik yang baik).

“Klinik ini memadukan layanan perawatan kecantikan sekaligus sejarah Belanda. Kehadiran layanan ini diharapkan mampu menambah kekayaan destinasi wisata di Desa Wisata Janggalan,” katanya.

Kepala Desa Janggalan Nur Azis menambahkan, Desa Janggalan telah ditetapkan sebagai desa wisata di Kabupaten Kudus. Banyak bangunan belanda dan rumah adat Kudus yang menjadi daya tarik desa wisata Janggalan. Keunikan bangunan itu bersanding dengan kekayaan kuliner khas seperti nasi jangkrik, lapis jenggolo, dan penganan khas lainnya.

“Bangunan Belanda ini sudah masuk dalam buku katalog desa wisata yang sudah kami terbitkan dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris,” katanya.

Halaman:

Editor: Abdul Muiz

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pemodal Tiongkok Minati Investasi Biogas di Kudus

Senin, 24 Januari 2022 | 06:55 WIB

Polisi Sikat Pelaku Judi Online di Kudus

Jumat, 21 Januari 2022 | 14:55 WIB

Kebakaran di Pasar Kliwon, Kantor BRI Unit Kota Ludes

Kamis, 13 Januari 2022 | 13:23 WIB

Hanura Perintahkan Kader Hadir di Tengah Masyarakat

Kamis, 30 Desember 2021 | 17:20 WIB
X