4 Kali Pertemuan Mediasi, Bank Mandiri Ogah Ganti Dana Nasabah Rp 5,8 Miliar yang Raib

- Kamis, 2 Desember 2021 | 17:15 WIB
Nasabah Bank Mandiri Moch Imam Rofii didampingi kuasa hukumnya Musafak mengikuti sidang di PN Kudus, Rabu (27/10). (suaramerdeka.com/Saiful Annas)
Nasabah Bank Mandiri Moch Imam Rofii didampingi kuasa hukumnya Musafak mengikuti sidang di PN Kudus, Rabu (27/10). (suaramerdeka.com/Saiful Annas)

KUDUS,suaramerdeka-muria.com – Proses mediasi kasus dugaan pembobolan rekening Bank Mandiri sebesar Rp 5,8 miliar buntu. Bank Mandiri belum mau mengganti uang nasabahnya, Moch Imam Rofii yang raib.

Proses mediasi yang dilakukan dipimpin Hakim PN Kudus Ziyad sudah digelar empat kali. Namun Bank Mandiri bersikukuh enggan mengembalikan dana nasabahnya yang hilang. Atas buntunya proses mediasi, PN Kudus pun melanjutkan persidangan gugatan dugaan pembobolan rekning nasabah Bank Mandiri dengan agenda pembacaan gugatan, Kamis (2/12).

“Proses Mediasi telah gagal. Hari ini seharusnya pembacaan agenda gugatannya, tapi karena dalam hal ini ketua majelis hakim tidak bisa hadir, maka pembacaan gugatan ditunda satu minggu lagi,” kata Galih Bawono, hakim anggota dalam persidangan yang digelar di PN Kudus.

BACA JUGA : PN Kudus Sidangkan Kasus Dugaan Pembobolan Rekening Bank Mandiri Rp 5,8 Miliar

Sidang yang seharusnya dipimpin ketua majelis hakim Ahmad Bukhori itu hanya dihadiri dua hakim anggota yakni Galih Bawono dan Rudi Hartoyo. Sidang pembacaan gugatan akan kembali digelar pada Kamis (9/12) mendatang.

Kuasa hukum Moch Imam Rofii, Musafak mengatakan proses mediasi dengan pihak Bank Mandiri telah digelar empat kali. Namun belum ada titik temu selama proses mediasi. Musafak menambahkan, kliennya hanya ingin agar uangnya sebesar Rp 5,8 miliar yang raib dikembalikan.

Musafak mengatakan, jumlah uang yang raib itu sama persis dengan empat transaksi yang tidak dilakukan oleh kliennya, pada tanggal 17 Mei 2021.

Transaksi itu masing-masing transfer RTGS tanah Bantul 2 sebesar Rp 2.000.030.000, transfer RTGS tanah Bantul 1 sebesar Rp. 2.000.030.000, transfer RTGS tanah sawah bantul sebesar Rp 1.300.030.000, dan penarikan tunai sebesar Rp 500 juta.

Kejadian itu diketahui kliennya pada 31 Mei 2021 ketika hendak mengambil uang tunai sebesar Rp 20 juta di Bank Mandiri Cabang Karanganyar Demak.

Halaman:

Editor: Abdul Muiz

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pemodal Tiongkok Minati Investasi Biogas di Kudus

Senin, 24 Januari 2022 | 06:55 WIB

Polisi Sikat Pelaku Judi Online di Kudus

Jumat, 21 Januari 2022 | 14:55 WIB

Kebakaran di Pasar Kliwon, Kantor BRI Unit Kota Ludes

Kamis, 13 Januari 2022 | 13:23 WIB

Hanura Perintahkan Kader Hadir di Tengah Masyarakat

Kamis, 30 Desember 2021 | 17:20 WIB
X