Rawan Kecalakaan, Dua Lokasi Lingkar Payaman Diusulkan Pita Kejut

- Kamis, 25 November 2021 | 06:55 WIB
Kapolsek Mejobo AKP Cipto menunjukkan Jalan Lingkar Payaman di Desa Payaman,  Kecamatan Mejobo yang diusulkan dipasang pita kejut untuk antisipasi kecelakaan, Rabu (24/11) pagi. (suaramerdeka.com/Anton WH)
Kapolsek Mejobo AKP Cipto menunjukkan Jalan Lingkar Payaman di Desa Payaman, Kecamatan Mejobo yang diusulkan dipasang pita kejut untuk antisipasi kecelakaan, Rabu (24/11) pagi. (suaramerdeka.com/Anton WH)

KUDUS,suaramerdeka-muria.com - Dua titik Pantura Timur di Lingkar Payaman, Desa Payaman diusulkan infrastruktur keamanan jalan. Lokasi yang diusulkan yakni pita kejut dan lampu kedip di letter S Payaman.

Sebelumnya sudah ada rencana pembuatan pita kejut di kawasan tersebut, tetapi tertunda karena refokusing Covid 19.

Sebagai langkah antisipasi sebenarnya sudah dipasang rambu peringatan. Namun, pemasangan pita kejut dan lampu kelip dianggap berdampak maksimal.

Bila melintas kawasan tersebut, pengendara cenderung melajukan kendaraannya dengan kencang. Kondisi jalan mulus dan lebar menjadi pertimbangannya.

BACA JUGA : Sejumlah Personel Polres Kudus Terima Penghargaan

Kapolsek Mejobo AKP Cipto menambahkan, persis di depan Maposek merupakan jalur rawan kecelakaan. Pihaknya serta Pores sudah memasang rambu-rambu lalu lintas dan papan peringatan, Intinya, meminta pengendara berhati-hati saat melintas. ''Mungkin perlu ditambah dengan pita kejut,'' ungkapnya.

Menurutnya, ada dua titik yang perlu dibuatkan pita kejut, yakni di depan Mapolsek Mejobo dan perbatasan dengan Kirig, Pihaknya menilaik jalur sepanjang 200 meter tersebut mempunyai tikungan yang sangat tajam.

Persoalan lain menurutnya yang harus diatasi adalah lubang jalan, Pihaknya berulangkali dengan personel dan material seadanya menutup lubang jalan. Namun, karena lalu lintas harian Pantura Timur Kudus-Pati sangat tinggi, kerusakan kembali terjadi.

Selama satu setengah bulan terakhir terjadi empat kecelakaan di Lingkar Payaman. Keempat kejadian memakan korban jiwa.

Setelah tertunda akibat pandemi, dia berharap penambahan infrastruktur jalan di kawasan tersebut segera terealisasi. Hal tersebut mempertimbangkan sederet kecelakaan yang terjadi di lokasi yang hampir sama. "Sebagai antisipasi saja, agar tidak terjadi kecelakaan di tempat tersebut," ujarnya.

Halaman:
1
2

Editor: Abdul Muiz

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pemodal Tiongkok Minati Investasi Biogas di Kudus

Senin, 24 Januari 2022 | 06:55 WIB

Polisi Sikat Pelaku Judi Online di Kudus

Jumat, 21 Januari 2022 | 14:55 WIB

Kebakaran di Pasar Kliwon, Kantor BRI Unit Kota Ludes

Kamis, 13 Januari 2022 | 13:23 WIB

Hanura Perintahkan Kader Hadir di Tengah Masyarakat

Kamis, 30 Desember 2021 | 17:20 WIB
X