Uang Penyalahgunaan Dana Bergulir di Jepara Dikembalikan

- Rabu, 24 November 2021 | 21:35 WIB
Kejaksaan Jepara memfasilitasi pengembalian uang kerugian negara oleh terdakwa,  Rabu 24 November 2021. (suaramerdeka.com/Septina Nafiyanti)
Kejaksaan Jepara memfasilitasi pengembalian uang kerugian negara oleh terdakwa, Rabu 24 November 2021. (suaramerdeka.com/Septina Nafiyanti)

JEPARA, suaramerdeka-muria.com- Kejaksaan Negeri Jepara (Kejari) Jepara memfasilitasi pengembalian uang kerugian negara oleh terdakwa penyalahgunaan dana bergulir dari Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM).

Penyerahan dana sebesar Rp 939.999.333 tersebut dilakukan melalui BNI Jepara, Rabu (24/11/2021).

Uang pengganti dari terdakwa Abdul Rouf yang merupakan pimpinan koperasi simpan usaha (KSU) Permata Jepara ini secara simbolis diserahkan langsung Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Jepara Ayu Agung kepada Direktur Keuangan LPDB-KUMKM dan langsung disetorkan melalui BNI Jepara.

Baca Juga: Hasil Babak 10 Besar Liga 3 Jateng : Kalah Lagi, Peluang Persibat Lolos Semifinal Makin Kecil, Persipa Menang


Direktur Umum dan Hukum LPDB KUMKM Jaenal Arifin mengatakan, penggantian kerugian negara ini menjadi terapi bagi koperasi yang sengaja atau tidak dalam menyalahgunakan pinjaman dana LPSB.

Ia menambahkan, pengelolaan keuangan LPDB-KUMKM juga mengacu pada mekanisme pengelolaan APBN.

''Karena dana negara, harusnya disalurkan kepada masyarakat atau anggota agar bisa bangkit menjalankan usahanya. Yaitu untuk membangkitkan perekonomian masyarakat,'' kata Jaenal.

Baca Juga: Mengumpat di Rapat Paripurna, Anggota DPRD Kudus Dilaporkan BK


Dia menegaskan, bagi koperasi yang mendapatkan pinjaman dana bergulir, harus dipergunakan sebagai mana mestinya.

Karena merekayasa maupun penggelapan dana tersehut merupakan pelanggaran hukum.


''Jangan merekayasa. Ini pelangaran hukum dan masuk tindak pindana korupsi juga. Sekarang yang bersangkutan jadi terdakwa dihukum empat tahun penjara dan harus mengembalikan dana yang disalahgunakan juga," tegas Aripin.


LPDB memiliki peran yang strategis dalam membina Koperasi dan UMKM di daerah, sehingga berkembang dan berdaya saing.

Baca Juga: Jadwal Lengkap Pertandingan Babak 32 Besar Liga 3 Jatim 2021, Gunakan Sistem Gugur. Menang atau Tersingkir!!

Menyikapi hal itu, tujuan mengembalikan dana bergulir yang disalahgunakan tersebut kepada LPDB agar supaya bisa disalurkan kembali kepada pelaku Koperasi dan UMKM yang membutuhkan bantuan modal usaha.


Kajari menyampaikan, pada akhir 2014 KSU Permata Jepara mengajukan proposal permohonan pembiayaan dana bergulir ke pihak LPDB-KUMKM.

Namun, oleh oknum pengelola koperasi Permata, pinjaman dana bergulir tersebut tidak disalurkan sesuai peruntukannya.

Data anggota koperasi yang diajukan dalam proposal untuk mendapatkan dana tersebut adalah fiktif.

Pelaku atas nama Abdul Rouf terbukti merugikan negaraa sebanyak Rp 1 Miliar.

Oleh karena itu, Abdul Rouf harus mengganti kerugian yang telah ditimbulkan.


Kerugian negara yang ditimbulkan awalnya Rp 1 miliar, namun karena dalam persidangan menunjukkan sudah ada pembayaran pokok tiga kali angsuran, maka dana yang harus dikembalikan dikurangi angsuran pokok yang dibayarkan.

Dana itu resmi sudh di transfer ke kas negara.

***

Halaman:
1
2
3

Editor: Abdul Muiz

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Cegah Anemia, Jepara Ajak Siswa Minum Tablet Tambah Darah

Selasa, 20 September 2022 | 17:27 WIB

Ribuan Nelayan di Jepara Terima Pas Kecil, Ini Manfaatnya

Selasa, 20 September 2022 | 06:48 WIB

Aliansi Mahasiswa Jepara Demo, Ini Tuntutannya

Rabu, 14 September 2022 | 17:21 WIB

11 Perpustakaan di Jepara Ini Terima Hibah Buku dan Rak

Selasa, 6 September 2022 | 06:55 WIB

30 SD Negeri di Jepara Diregrouping, Ini Daftarnya

Senin, 5 September 2022 | 08:57 WIB

Kakankemnag Jepara Lantik 3 Pejabat Pengawas

Jumat, 2 September 2022 | 06:55 WIB
X