PAW Empat Desa Lancar, Isu Politik Uang Tidak Bisa Dibuktikan

- Rabu, 24 November 2021 | 07:05 WIB
Calon Kades terpilih Jekulo, Anif Zuhri, diarak pendukungnya usai memenangkan pilihan, Selasa (23/11) siang. (suaramerdeka.com/Anton WH)
Calon Kades terpilih Jekulo, Anif Zuhri, diarak pendukungnya usai memenangkan pilihan, Selasa (23/11) siang. (suaramerdeka.com/Anton WH)

KUDUS,suaramerdeka-muria.com – Pemihan kepala desa antarwaktu (PAW), Selasa (23/11) digelar serentak di sejumlah lokasi. Guyub pesta demokrasi di tingkat desa tersebut berjalan dengan lancar dan tanpa kendala berarti.

Dsa yang menggelar PAW yakni Desa Jati Wetan (Kecamatan Jati), Desa Jekulo (Kecamatan Jekulo), Desa Kauman (Kecamatan Kota) dan Desa Cendono Kecamatan Dawe. Personel Polres Kudus, Kodim 0722, hingga Kejaksaan serta unsur terkait lainnya ikut memantau jalannya pesta demokrasi.

Hasil pemilihan, di Desa Jati Wetan terpilih Agus Susanto (76 suara) unggul atas Eko Budi Hartono (49 suara). Desa Jekulo menghasilan pemenang Anif Zuhri (125 suara), menang atas Iswandi (90 suara) dan Sri Ismoyowati (3 suara).

BACA JUGA : 4 Desa di Kudus Gelar Pilkades Antar Waktu, Polres Siagakan Personel

Selanjutnya, di Desa Kauman, M Izzudin dinyatakan sebagai pemenang setelah meraih 19 suara, disusul Wawan Lestiono (2 suara) dan Eka Satria (1 suara). Adapun PAW di Cendono, Umar mendapatkan 101 suara, unggul atas pesaingnya, Bambang Saputro (77 suara) dan Abrori (34 suara).

Euphoria kemenangan terjadi pada calon terpilih pada masing-masing desa yang menyelenggarakan PAW. Di Jati Wetan dan Jekulo, kedua pemenang diarak melewati sejumlah jalan perkampungan. Sedangkan calon yang kalah terlihat legowo.

"Program utama kami berupa peningkatan perekonomian warga desa," kata calon terpilih Desa Jekulo, Anif Zuhri.

Menurutnya, kemenangan tersebut milik bersama. Bagaimanapun, semua komponen di Desa Jekulo merupakan satu keluarga besar yang sudah seharusnya guyub walau berbeda pilihan.

Salah seorang anggota pemilihan Desa Jekulo, Noor Hidayat, mengaku secara umum proses berjalan dengan aman dan lancar. Dia menilai semangat berdemokrasi warga pada PAD sangat tinggi.

"Sejak awal, antusias sudah terlihat," ujarnya.

Terkait isu politik uang, nyaris terdengar di mana-mana meskipun sulit dibuktikan. Informasi lapangan menyebutkan uang saweran mencapai Rp 300 ribu, Rp 3 juta dan bahkan Rp 3,5 juta. Namun, hingga berita ini diturunkan, kabar tersebut tidak dapat dikonfirmasi dan tidak dapat dibuktikan kebenarannya.

 

 

Halaman:
1
2

Editor: Abdul Muiz

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pemodal Tiongkok Minati Investasi Biogas di Kudus

Senin, 24 Januari 2022 | 06:55 WIB

Polisi Sikat Pelaku Judi Online di Kudus

Jumat, 21 Januari 2022 | 14:55 WIB

Kebakaran di Pasar Kliwon, Kantor BRI Unit Kota Ludes

Kamis, 13 Januari 2022 | 13:23 WIB

Hanura Perintahkan Kader Hadir di Tengah Masyarakat

Kamis, 30 Desember 2021 | 17:20 WIB
X