Waduh, Ratusan Warga Rembang Masuk Ketegori Miskin Ekstrim

- Selasa, 23 November 2021 | 16:15 WIB
Bupati Rembang Abdul Hafidz memberikan pengarahan di hadapan pendamping PKH terkait targer pemerintah mengenai penurunan angka kemiskinan ekstrim. (suaramerdeka.com/Ilyas al-Musthofa)
Bupati Rembang Abdul Hafidz memberikan pengarahan di hadapan pendamping PKH terkait targer pemerintah mengenai penurunan angka kemiskinan ekstrim. (suaramerdeka.com/Ilyas al-Musthofa)

REMBANG, suaramerdeka-muria.com – Pemkab Rembang mengidentifikasi terdapat 303 warganya yang masuk kategori miskin ektrim.

Data tersebut merupakan hasil identifikasi terakhir yang dilakukan petugas pada tahun 2020 lalu.

Dari data yang dihimpun tersebut, jumlah angka kemiskinan ekstrim itu turun dibandingkan dengan tahun 2017 silam yang masih mencapai 600 orang.

Salah satu penyebab turunnya angka kemiskinan adalah adanya bantuan uang tunai baik dari CSR perusahaan maupun Pemkab Rembang.

Baca Juga: Pabrik Dua Kelinci Pati Terbakar, Karyawan Panik

Bupati Rembang, Abdul Hafidz menjelaskan, kemiskinan ekstrim bisa diartikan sebagai kondisi seseorang yang tidak memiliki apa pun yang menjadi sumber daya, termasuk kekuatan, kesehatan saudara serta sumber kehidupan.

Atas kondisi itu, Hafidz meminta agar pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) berperan aktif mengurangi angka kemiskinna ekstrim tersebut.

Apalagi, pemerintah pusat menargetkan pada 2024 mendatang kemiskinan ekstrim bisa mencapai nol persen.

"Tugas pendamping adalah menverfikasi warga yang benar-benar miskin ekstrim," papar Hafidz.

Baca Juga: Bahas RAPBD 2022, DPRD Kudus Nilai Kontribusi PAD Masih Minim

Ia juga berharap, pendamping PKH bisa memberikan keterampilan dan peluang usaha bagi 35.074 Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Pemkab juga telah membantu fasilitas pinjaman Rp 5 juta tanpa bunga dan agunan untuk warga.

Dengan optimalisasi program tersebut, targetnya KPM PKH bisa keluar dari kemiskinan.

Demi mencapai tujuan tersebut, juga digelar peningkatan kapasitas pendamping PKH pada Senin kemarin.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (Dinsos PPKB) Kabupaten Rembang, Agus Salim mengungkapkan, kegiatan tersebut digelar salah satunya untuk mencapai terlaksananya kapasitas peningkatan SDM PKH.

Baca Juga: 4 Desa di Kudus Gelar Pilkades Antar Waktu, Polres Siagakan Personel

"Meningkatkan kemampuan SDM dalam menghadapi permasalahan di lapangan, meningkatkan kekompakan SDM PKH dan mengeksplorasi permasalahan di lapangan," papar Agus.

Agus yang merupakan Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kabupaten Rembang menyebutkan, peserta 145 orang yang terdiri dari SDM PKH, koordinator lapangan dan ajun pangkalan.

Mereka selama 2 hari mendapatkan pembekalan dari Wakil Ketua DPRD Rembang, Ridwan dan praktisi penanganan kemiskinan.

Halaman:
1
2

Editor: Ilyas al-Musthofa

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Wajah Kota Rembang Diminta Diperbaiki

Kamis, 13 Januari 2022 | 11:58 WIB
X