4 Desa di Kudus Gelar Pilkades Antar Waktu, Polres Siagakan Personel

- Selasa, 23 November 2021 | 06:30 WIB
Salah satu calon Kades antar waktu meneken pakta integritas di Pendapa Kabupaten Kudus, Senin (22/11). (suaramerdeka.com/Anton WH)
Salah satu calon Kades antar waktu meneken pakta integritas di Pendapa Kabupaten Kudus, Senin (22/11). (suaramerdeka.com/Anton WH)

KUDUS,suaramerdeka-muria - Kepolisian Resort Kudus menyiapkan personel untuk pengamanan penggantian (PAW) sejumlah kepala desa Yang digelar, Selasa (23/11). Desa yang menggelar PAW yakni Cendono (Dawe), Jekulo (Jekulo), Kauman (Kota), dan Jati Wetan (Jati). Penyiapan personel dimaksudkan agar pesta demokrasi berjalan dengan baik.

Kapolres Kudus AKBP Aditya Surya Dharma, Senin (22/11) menyatakan masing-masing desa yang menggelar PAW akan disiapkan 16 personel baik yang berseragam maupun tidak. Bila terjadi sesuatu, pihaknya menyiagakan satuan setingkat peleton baik menggunakan roda dua dan roda empat.

“Akan ada personel yang diterjunkan pada masing-masing desa,’’ katanya.

BACA JUGA : Pantau Politik Uang Pilkades, Kejaksaan Siapkan Satgas Khusus

Pasukan di lapangan akan dikendalikan oleh Kapolsek, Kasat Opsnal dan Kabagops di bawah kendali pusat Kapolres Kudus.

‘’Kami sudah berkoordinasi dengan pihak terkait agar pelaksanaan berjalan dengan aman dan lancar,’’ tandasnya.

Data yang dihimpun, masing-masing desa mempunyai jumlah calon kepala desa yang berbeda. Informasi di lapangan, Desa Cendono diikuti 5 calon, Jekulo (3 calon), Kauman (3 calon), dan Desa Jati Wetan (2 calon).

Terkait PAW di sejumlah desa, Kajari Ardian mengaku sudah melakukan sejumlah antisipasi sejak awal. Sosialisasi digelar agar di kawasan yang menggelar pesta demokrasi tersebut tidak menggunakan politik uang.

‘’Kami sudah menggelar sosialisasi di sejumlah desa,’’ jelasnya.

Saat sosialisasi disampaikan persoalan kepemimpinan tidak merupakan amanah yang harus dijalankan dengan baik. Menurutnya, amanah sekedar titipan.

‘’Suatu saat harus dipertanggungjawabkan,’’ paparnya.

Calon kepala desa disadarkan tidak hanya soal aturan yang berlaku, tetapi juga hukum akhirat. Artinya, suatu saat mereka harus mempertanggungjawabkan kepercayaan yang telah diberikan pada kehidupan mendatang.

‘’Jadi, jangan menggunakan politik uang,’’ tandasnya.

Namun, bila aparat menemukan bukti politik uang, prosedur hukum akan ditempuh. Pihaknya akan memproses siapa saja yang terlibat dalam politik uang PAW.

Halaman:
1
2

Editor: Abdul Muiz

Artikel Terkait

Terkini

Polisi Sikat Pelaku Judi Online di Kudus

Jumat, 21 Januari 2022 | 14:55 WIB

Kebakaran di Pasar Kliwon, Kantor BRI Unit Kota Ludes

Kamis, 13 Januari 2022 | 13:23 WIB

Hanura Perintahkan Kader Hadir di Tengah Masyarakat

Kamis, 30 Desember 2021 | 17:20 WIB

Luas Kabupaten Kudus Bertambah 2.228 Hektare

Senin, 27 Desember 2021 | 07:25 WIB
X