RS Mardi Rahayu Gelar Serbuan Vaksin di Pasar Kliwon, Peserta Dapat Kupon Makan hingga Doorprize

- Sabtu, 20 November 2021 | 15:17 WIB
Salah seorang pedagang mengikuti vaksinasi yang digelar RS Mardi Rahayu di Pasar Kliwon Kudus, Sabtu (20/11). (suaramerdeka.com/Saiful Annas)
Salah seorang pedagang mengikuti vaksinasi yang digelar RS Mardi Rahayu di Pasar Kliwon Kudus, Sabtu (20/11). (suaramerdeka.com/Saiful Annas)

KUDUS,suaramerdeka-muria.com – Ratusan pedagang dan pembeli di Pasar Kliwon antusias mengikuti vaksinasi yang digelar Rumah Sakit Mardi Rahayu (RSMR) Kabupaten Kudus, Sabtu (20/11). Apalagi peserta vaksinasi mendapat kesempatan membawa pulang doorprize yang disiapkan.

Siti Kandeg (41), pedagang Pasar Kliwon asal Batealit, Kabupaten Jepara mengaku langsung mendaftar ketika mendengar RS Mardi Rahayu akan menggelar vaksinasi di Pasar Kliwon. “Terbantu sekali karena tidak perlu meninggalkan kios untuk mengikuti vaksinasi. Apalagi ada doorprizenya juga,” katanya.

Direktur Utama RS Mardi Rahayu Pujianto mengatakan, pihaknya sengaja menggelar serbuan vaksinasi di Pasar Kliwon, karena menjadi pasar tersibuk di Kabupaten Kudus. Pasar Kliwon yang menjadi ikon Kudus menjadi pusat perdagangan sekaligus tempat kerumunan.

BACA JUGA : Vaksinasi Lansia Digenjot, Didatangi Langsung ke Rumah

“Kerumunan di pasar Kliwon tidak hanya warga Kudus saja. Ternyata banyak pedagang yang berasal dari luar Kudus. Pembeli juga banyak yang datang dari luar Kudus,” katanya.

Pujianto mengatakan, pihaknya menyiapkan 300 dosis vaksin moderna untuk serbuan vaksinasi di Pasar Kliwon. Vaksin sebanyak itu ditargetkan habis dalam tiga jam.

“Kami menyiapkan dua tim vaksinator mobile. Total ada 20 orang petugas dan dua dokter pada vaksinasi dosis pertama ini,” katanya.

Serbuan vaksinasi itu sekaligus membantu Pemkab Kudus untuk memacu capaian vaksinasi yang baru mencapai 60-an persen. Dengan capaian itu, kekebalan kelompok atau herd immunity belum tercapai. Jika sudah mencapai kekebalan kelompok atau masyarakat, kata dia, pandemi bisa segera berakhir berganti menjadi endemi.

“Pencegahan utama saat ini tetap masker luar. Sementara vaksinasi menjadi masker dalam. Yang utama tetap patuhi prokes, selalu mengenakan masker,” katanya.

Halaman:

Editor: Abdul Muiz

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X