25 Pemudi Dididik Jadi Pengusaha Katering

- Sabtu, 20 November 2021 | 07:47 WIB
Kepala Disdikpora Agus Tri Harjono , didampingi Kepala SKB Jepara Dian Sekar Sariutami, saat menyampaikan materi kewirausahaan kepada peserta program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW)-Jenis Pastry dan Bakery- di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Jepara, Kamis sore (18/11). (suaramerdeka.com/Sukardi)
Kepala Disdikpora Agus Tri Harjono , didampingi Kepala SKB Jepara Dian Sekar Sariutami, saat menyampaikan materi kewirausahaan kepada peserta program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW)-Jenis Pastry dan Bakery- di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Jepara, Kamis sore (18/11). (suaramerdeka.com/Sukardi)

JEPARA,suaramerdeka-muria.com - Sebanyak 25 pemudi dari beberapa kecamatan di Kabupaten Jepara dididik menjadi calon pengusaha katering. Perempuan muda berusia 17 sampai 25 tahun itu sedang menjalani program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) yang diselenggarakan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Jepara bersama Direktorat Kursus dan Pelatihan, Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Kemendikbudristek RI. Pendidikan dijadwalkan berlangsung 18 November sampai 13 Desember 2021.

“Menjadi pengusaha harus punya nyali dan kemauan kuat, berani bermimpi. Kuncinya, menjaga komitmen dengan baik,” kata Kepala Disdikpora Kabupaten Jepara Agus Tri Harjono saat menyampaikan materi tentang kewirausahaan,di Aula SKB Jepara, Kamis (18/11) sore.

Dia mengatakan membuat makanan ringan salah satu merupakan usaha yang bagus bagi pemula. Setidaknya, modal yang dibutuhkan tidak terlalu besar. Dari berbagai jenis makanan yang diajarkan dalam PKW, dapat dipraktikkan dan terus dikembangkan.

BACA JUGA : Di Jepara, Anak Yatim Korban Covid-19 Terima Bantuan

"Komitmen untuk memberikan pelayanan terbaik bagi pelanggan, dengan tepat waktu, mutu, harga terjangkau, menjadi kunci pemikat. Jika mendapatkan pesanan hajatan, sampai kiriman terlambat, tentu berakibat fatal," ujarnya.

Kepala SKB Jepara Dian Sekar Sariutami menjelaskan, PKW angkatan ke-12 rumpun pastry dan bakery berlangsung 150 jam. Setiap hari berjalan 8 jam. Ikut menjadi nara sumber, Kabid Pendidikan Non Formal Utim Shohijatsih. Selain teori, peserta akan mendapatkan materi praktik 12 kali pertemuan. Mereka akan praktik membuat aneka kue khas Indonesia, cake, cake dekorasi, pastry, roti, serta cake desert kombinasi.

Para pengampu terdiri para pelaku usaha yang sudah sangat berpengalaman, yakni Tim Salsa Bakery Kalinyamatan, Evi (Borneo Bakery Saripan, Jepara), serta Ambar Kismaning Rahayu (Bakul Puding Jepara). Seusai kegiatan di Aula SKB, peserta juga akan magang di tiga tempat tersebut.

“Diharapkan setelah mengikuti Program PKW ini, semua peserta dapat berwirausaha mandiri. Bukan pekerja, namun menjadi wirausaha sukses, sehingga dapat meingkatkan taraf hidupnya,” ujar Kepala SKB.

Peserta akan mendapatkan bantuan peralatan produksi, dan permodalan. Pada PKW angkatan 11 lalu, ada pertengahan tahun ini, telah didik 30 barista kopi. Peserta, laki laki danperempuan. Dari hasil monitoring, sekarang mereka sudah membuka usaha mandiri, dan semakin berkembang. “Setelah mengikuti pelatihan, mereka menata tempat usaha agar lebih menarik, peningkatan pelayanan, bahkan sudah ada yang punya karyawan,” ujar Dian Sekar Sariutami

Halaman:

Editor: Abdul Muiz

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Jelang Imlek, Klenteng Dibersihkan Gotong Royong

Selasa, 25 Januari 2022 | 16:50 WIB

Aklamasi, Hadi Sarwoko Terpilih Lagi Ketua PPNI Jepara

Minggu, 23 Januari 2022 | 05:51 WIB

Pertuni : Punya Anak Tunanetra Jangan Disembunyikan

Rabu, 12 Januari 2022 | 17:55 WIB

Bawaslu RI Beri Apresiasi Pada Bawaslu Jepara

Rabu, 12 Januari 2022 | 10:44 WIB

Dokter Edwin Tohaga Ketua IDI Jepara

Senin, 10 Januari 2022 | 07:29 WIB

Jepara Kekurangan Jumlah Penghulu

Sabtu, 8 Januari 2022 | 16:19 WIB

Vaksinasi Anak di Jepara Dimulai dari Karimunjawa

Jumat, 7 Januari 2022 | 18:52 WIB
X