Kejari Kudus Gunakan Restorative Justice Selesaikan Kasus Penganiayaan Pegawai KSP Graha Mandiri

- Kamis, 18 November 2021 | 06:05 WIB
Korban penganiayaan, Budi Kari Awan, menunjukkan bekas luka penganiayaan dan sepakat berdamai atas mediasi Kajar Ardian di Kantor Kejaksaan Kudus, Rabu (17/11) siang. (suaramerdeka.com/Anton WH)
Korban penganiayaan, Budi Kari Awan, menunjukkan bekas luka penganiayaan dan sepakat berdamai atas mediasi Kajar Ardian di Kantor Kejaksaan Kudus, Rabu (17/11) siang. (suaramerdeka.com/Anton WH)

KUDUS,suaramerdeka-muria.com – Kejaksaan Negeri Kudus kembali membuat terobosan penyelesaian hukum yang humanis dan ''sejuk''. Institusi tersebut memediasi proses restorative justice (RJ) kasus penganiayaan yang sebelumnya terkesan sulit dituntaskan dan berbelit.

Gelar perkara RJ disepakati Kejati maupun Jampidum (Kejagung) sehingga turun keputusan untuk menghentikan proses hukum pada 16 November 2021. Tidak banyak kasus yang dapat disetujui diselesaikan menggunakan cara tersebut, dan Kajari Kudus salah satunya.

Selain pendekatan persuasif, Kajari Ardian menyatakan bahkan mengontrakkan rumah untuk pihak terlapor selama setahun. Dana sebesar Rp 10 juta untuk kontrak rumah dan memuluskan perdamaian dikeluarkan dengan pertimbangan kemanusiaan dan hati nurani.

BACA JUGA : Program Jaksa Masuk Sekolah Digelar, Langkah Awal Penyadaran Hukum

''Harta hanya titipan, jadi harus digunakan untuk hal-hal yang baik,'' kata Kajari, Ardian, Rabu (17/11).

Persoalan pelik tersebut bergulir sejak Imam Sayoko (61), penduduk Jati meminjam uang sebesar Rp 250 kepada KSP Graha Mandiri tahun 2018. Baru dua kali pembayaran angsuran, kredit macet.

Korban, Budi Kari Awan selaku Wakil Manajer KSP menagih pada Iman, namun terjadi kesalahpahaman. Tangan kiri Budi ditebas celurit oleh terlapor. Persoalan tersebut akhirnya diupayakan perdamaian di Polsek Jati, namun tidak berhasil.

Karena tidak sanggup membayar utang, rumah terlapor dilelang. Namun, hal tersebut ditentang keras terlapor. Beberapa saat kemudian, Iman terkena stroke.

''Itu pertimbangan kami, dengan kondisi tersebut tentu akan menyulitkan bila yang bersangkutan harus masuk penjara,'' ujar Kajari.

Halaman:

Editor: Abdul Muiz

Tags

Artikel Terkait

Terkini

46 Desa di Kudus Miliki Satgas Adat, Ini Tugasnya

Rabu, 23 November 2022 | 22:15 WIB

Ratusan Buruh Rokok asal Jepara Dapat BLT DBHCT

Kamis, 17 November 2022 | 19:09 WIB

Kirab Kebangsaan Ramaikan Maulid dan Haul Mbah Datuk

Minggu, 13 November 2022 | 20:19 WIB
X