Duh Nasib.. Uang PBB Warga Dikemplang Oknum Kadus Sejak 2013

- Selasa, 16 November 2021 | 06:55 WIB
Ketua RT 3 Suprapto menunjukkan slip PBB warganya saat mendatangi Balai Desa Megawon, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Senin (15/11). (suaramerdeka.com/Saiful Annas)
Ketua RT 3 Suprapto menunjukkan slip PBB warganya saat mendatangi Balai Desa Megawon, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Senin (15/11). (suaramerdeka.com/Saiful Annas)

KUDUS,suaramerdeka-muria.com – Belasan warga Desa Megawon, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Senin (15/11), datangi balai desa setelah uang pembayaran pajak bumi dan bangunan (PBB) yang sudah dibayar dikemplang salah satu oknum perangkat desa.

Persoalan semakin ruwet setelah oknum perangkat desa itu meninggal dunia, sekitar dua bulan lalu. Ketua RT 3 RW 3 Suprapto mengatakan, uang pembayaran PBB yang dikemplang oknum kepala dusun (Kadus) II itu terjadi sejak 2013. Hal itu diketahui setelah dirinya ditunjuk sebagai ketua RT 3.

“Ketika saya menjadi ketua RT, saya mendapat slip pembayaran PBB warga. Dalam slip itu ternyata ada tunggakan ratusan ribu hingga Rp 1 juta lebih,” katanya, Senin (15/11).

BACA JUGA : Pemkab Jepara Pasang Alat Perekam Transaksi Elektronik, Dongkrak Pemasukan Pajak

Suprapto kemudian menanyakan tunggakan itu ke warganya. Namun, warga mengaku sudah tertib membayar melalui kadus. Jika ditotal ada sebanayk 85 warga yang uang PBB-nya dikemplang. Ia memperkirakan angka total mencapai puluhan juta rupiah.

Siswoyo, warga RT 3 membenarkan munculnya tagihan tunggakan pembayaran PBB. “Padahal saya sudah tertib membayar, namun di slip terbaru muncul tunggakan Rp 700 ribu. Terpaksa saya membayar sendiri ke bank,” katanya.

Persoalan pembayaran PBB tak sekali ini terjadi di Desa Megawon. Kepala Desa Megawon Nurasag mengakui sebelumnya juga muncul persoalan serupa, namun sudah terselesaikan. Terkait aduan warga RT 3 RW 3, ia membenarkan jika Kadus II Desa Megawon meninggal dunia, dua bulan lalu.

“Akan kami upayakan penyelesaiannya. Terlebih almarhum juga memiliki uang tali asih yang akan dibayarkan desa ke keluarga. Kami akan bermusyawarah dengan pihak keluarga agar uang tali asih itu digunakan untuk mengembalikan uang warga, agar urusan ini bisa terselesaikan dan almarhum tenang di sana,” katanya.

Ia menambahkan, pihaknya bersama pengurus RT dan keluarga almarhum akan mendatangi warga satu persatu untuk mendata berapa angka pasti pajak yang dibayarkan warganya. Dari pendataan itu akan diketahui berapa uang yang harus dikembalikan.

Halaman:

Editor: Abdul Muiz

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X