Cara PUPR Antisipasi Banjir, Operasionalkan Escavator 'Long Arm' Bersihkan Sungai Piji

- Selasa, 16 November 2021 | 06:05 WIB
Kadinas PUPR Arief Budi Siswanto memantau pembersihan sampah di Jembatan Satu Sungai Piji, Desa Kesambi, Kecamatan Mejobo menggunakan escavator long arm baru, Senin (15/11) siang. (suaramerdeka.com/Anton WH)
Kadinas PUPR Arief Budi Siswanto memantau pembersihan sampah di Jembatan Satu Sungai Piji, Desa Kesambi, Kecamatan Mejobo menggunakan escavator long arm baru, Senin (15/11) siang. (suaramerdeka.com/Anton WH)

KUDUS, suaramerdeka-muria.com - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) mengoperasionalkan escavator long arm untuk membersihkan tumpukan sampah di bawah pondasi Jembatan Satu Sungai Piji, Desa Kesambi, Kecamatan Mejobo, Senin (15/11) pagi.

Peralatan baru senilai Rp 2,19 miliar tersebut akan disiagakan bersama dua unit lainnya mengantisipasi ancaman banjir musim penghujan tahun ini.

Kadinas PUPR Arief Budi Siswanto menyatakan, sudah sejak lama mengupayakan peralatan tersebut. Namun, baru tahun anggaran kali ini hal tersebut dapat diwujudkan.

''Peralatan ini sangat membantu membersihkan sampah di sungai yang lokasinya sulit dijangkau escavator biasa,'' katanya.

BACA JUGA : Tiga Desa Urunan Keruk Saluran Irigasi, PUPR Pinjamkan Escavator

Dengan lengan sepanjang 15,5 meter, petugas dengan leluasa mengambil tumpukan sampah di bawah pondasi jembatan. Sebelumnya, pembersihan sampah dilakukan dengan cara manual. Selain membutuhkan waktu lama, cara manual berisiko bagi petugas.

''Ini antisipasi menghadapi ancaman banjir,'' tandasnya.

Berbeda dengan dua unit lainnya, peralatan baru kali ini dilengkapi dengan kait di ujungnya. Proses pengangkutan buangan dari sungai menjadi lebih mudah dan banyak.

''Semua peralatan yang digunakan untuk penanganan banjir sudah kami siagakan,'' tandasnya.

Beberapa jam setelah mendengar terjadi kiriman sampah dari hulu ke hilir yang menumpuk di Jembatan Satu Sungai Piji, pihaknya langsung mendatangkan alat tersebut ke lokasi. Diharapkan, pembersihan sampah mengurangi risiko limpasan air dan banjir ke lingkungan sekitarnya.

Sebelumnya, Kepala Desa Kesambi, Muhammad Nasri menyatakan meskipun berulangkali terjadi dan didatangi sejumlah pejabat baik daerah maupun provinsi, persoalan tumpukan sampah di Sungai Piji, Desa Kesambi, Kecamatan Mejobo, belum juga tertangani.

Janji-janji penanganan dan solusi hingga saat ini masih dinanti. Ironisnya, warga selalu merasakan ancaman limpasan Sungai Piji saat debitnya tinggi.

''Keberadaan peralatan tersebut diharapkan membantu warga mengatasi tumpukan sampah dari hulu,'' tandasnya

Editor: Abdul Muiz

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X