Menengok Geldara, Gelaran Dagangan Rakyat Desa Janggalan Sambut Penetapan Desa Wisata

- Rabu, 10 November 2021 | 16:23 WIB
Kerajinan sandal dari ban bekas yang dipamerkan di Geldara di Desa Janggalan,  Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus, Rabu (10/11) siang. (suaramerdeka.com/Saiful Annas)
Kerajinan sandal dari ban bekas yang dipamerkan di Geldara di Desa Janggalan, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus, Rabu (10/11) siang. (suaramerdeka.com/Saiful Annas)

KUDUS,suaramerdeka-muria.com – Salah satu gang di Desa Janggalan, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus, Rabu (10/11) siang berubah menjadi pasar rakyat. Tenda didirikan di sepanjang gang itu. Warga menggelar dagangan mulai kuliner khas hingga kerajinan yang dibuat warga Janggalan.

Kegiatan pasar rakyat yang digelar sehari itu digelar untuk menyambut penetapan status desa wisata. “Kami menggelar Geldara, Gelaran Dagangan Rakyat, untuk mempromosikan produk-produk warga Janggalan mulai kerajinan hingga kuliner. Geldara ini kami gelar untuk menyambut penetapan sebagai desa wisata,” kata Ketua Panitia Geldara Miftachul Huda.

Huda yang mempunyai usaha Sibolank, kepanjangan dari produksi bocah janggalan Kudus, turut memamerkan pupuk organik, pengurai saptic tank, dan sandal dari ban bekas produksinya. “Geldara ini hanya digelar satu hari saja,” katanya.

BACA JUGA : Desa Janggalan Buat Mural Ramaikan 'Pitulasan'

Huda menuturkan, pihaknya menerapkan protokol ketat bagi pedagang maupun pengunjung Geldara. Selain harus mengenakan masker, warga yang masuk lingkungan Geldara juga wajib cuci tangan atau menggunakan hand sanitizer.

Ketua Kelompok Sadar Wisata Desa Janggalan Reni Yuniati menambahkan, janggalan memiliki potensi besar wisata budaya, kuliner, hingga kerajinan. Lokasinya juga cukup strategis karena selain berada di pusat kota, juga dekat dengan Menara Kudus.

Melalui Geldara ini, semua potensi kerajinan dan kuliner khas Janggalan dimunculkan. Ia mencontohkan, janggalan memiliki kuliner khas seperti nasi jangkrik dan lapis jenggolo. Dengan dijadikannya desa wisata, produk kreatif dari warga Janggalan juga terus bermunculan.

“Dari Janggalan juga terkenal kerajinan bordir, tenun, dan sulam. Sejumlah warga mulai membuat kerajinan kreatif berbahan kain tersebut menjadi tas dan dompet. Potensi-potensi wisata ini yang tengah kami garap serius,” ujarnya.

Pihak Pokdarwis tengah mematangkan peta wisata agar pengunjung mudah melihat potensi-potensi wisata yang ada di Janggalan. “Peta wisata dan katalog baik dalam bentuk cetak dan digital tengah kami matangkan desainnya. Dalam waktu dekat akan kami luncurkan agar semakin memudahkan pengunjung yang hendak ke Janggalan,” katanya.

Halaman:

Editor: Abdul Muiz

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pemodal Tiongkok Minati Investasi Biogas di Kudus

Senin, 24 Januari 2022 | 06:55 WIB

Polisi Sikat Pelaku Judi Online di Kudus

Jumat, 21 Januari 2022 | 14:55 WIB

Kebakaran di Pasar Kliwon, Kantor BRI Unit Kota Ludes

Kamis, 13 Januari 2022 | 13:23 WIB

Hanura Perintahkan Kader Hadir di Tengah Masyarakat

Kamis, 30 Desember 2021 | 17:20 WIB
X