Kisah Istiqomah, Anak Penjual Sayur di Lasem Juara Nasional Racik Krim Antijerawat, Tidak Kuliah karena Biaya

- Rabu, 10 November 2021 | 06:15 WIB
Istiqomah Rohmah, bersama Kasek dan guru pembimbingnya menemui Bupati Rembang, Abdul Hafidz, di kantornya. (suaramerdeka.com/Ilyas al-Musthofa)
Istiqomah Rohmah, bersama Kasek dan guru pembimbingnya menemui Bupati Rembang, Abdul Hafidz, di kantornya. (suaramerdeka.com/Ilyas al-Musthofa)

Pertama harus meracik resep dari dokter berupa puyer antialergi dan gatal.

Indikator penilaian adalah kerapian, ketepatan dan kecepatan.

Ketiga hal itu dilalui Istiqomah dengan sempurna.

Selanjutnya, mata uji terberat adalah membuat racikan obat industri farmasi.

Baca Juga: Jenuh PJJ, Tekuni Seni Pedalangan, Dalang Cilik Pati Ini Juara Festival Dalang

Istiqomah menyebut, uji racik obat industri farmasi ini yang paling berat.

Sebab, sediaan atau bahan baru ditunjukkan ke peserta saat lomba.

Ada 14 item bahan yang harus dipilih dan dikolaborasikan peserta menjadi sebuah krem antijerawat.

Sebagaimana obat produksi industri, Istiqomah juga harus membuat kemasan dan brosur dengan rapi.

Bukan itu saja, peserta juga wajib mempresentasikan hal tersebut di hadapan dewan juri.

Halaman:

Editor: Ilyas al-Musthofa

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X