17 Karaoke Disegel, Ansor Kudus : Jangan Sekedar Seremoni Saja

- Selasa, 9 November 2021 | 06:55 WIB
Petugas menyegel salah satu lokasi usaha karaoke di pinggir jalur pantura selatan Kudus, Senin (8/11). (suaramerdeka.com/Saiful Annas)
Petugas menyegel salah satu lokasi usaha karaoke di pinggir jalur pantura selatan Kudus, Senin (8/11). (suaramerdeka.com/Saiful Annas)

KUDUS,suaramerdeka-muria.com – Setelah banyak desakan dari masyarakat, Pemkab Kudus akhirnya menutup paksa lokasi usaha kafe dan karaoke. Sebanyak 17 lokasi usaha kafe karaoke di Kabupaten Kudus disegel tim gabungan Satpol PP, TNI dan Polisi, Senin (8/11).

Bupati Kudus Hartopo yang memimpin langsung penyegelan bersama Kapolres Kudus AKBP Aditya Surya Dharma dan Dandim Kudus Letkol Kav Indarto. Hartopo menegaskan, usaha kafe karaoke secara tegas dilarang.

“Sesuai Perda Nomor 10 Tahun 2015 usaha kafe dan karaoke dilarang. Tapi praktiknya masih ada yang buka. Pengusaha kucing-kucingan dengan petugas. Karena itu hari ini tegas kami segel. Kami juga akan menyurati PLN meminta agar jaringan listrik dicabut saja,” katanya.

BACA JUGA : Pengadilan Kudus Dukung Pemberian Efek Jera Pelanggaran Kafe Karaoke

Hartopo mengatakan, pihaknya melalui Satpol PP sebelumnya telah mengingatkan agar para pengusaha menutup usaha kafe dan karaoke. Namun dari penyisiran tim gabungan, masih ada usaha kafe dan karaoke yang membuka usahanya.

“Jika nanti ada yang membuka segel ini, kami akan membawa ke ranah hukum. Polres Kudus, termasuk Kodim Kudus sudah siap menegas para pelaku usaha hiburan ilegal ini,” katanya.

Kepala Satpol PP Kholid Seif mengatakan, total ada 17 usaha kafe dan karaoke yang tersebar di wilayah Kabupaten Kudus. Dari pemantauan sebelumnya diketahui satu usaha di wilayah Kecamatan Gebog sudah tutup.

“Kami sebelumnya juga sempat menyita sound system dari dua lokasi usaha kafe karaoke. Barang masih kami amankan,” katanya.

Setelah penyegelan ini, pihaknya akan terus melakukan pemantauan. Jika ada pengusaha yang nekat membuka usahanya, pihaknya  tak segan untuk membawa kasus ini ke ranah hukum. “Jika ada yang nekat buka usaha artinya mereka merusak segel kami. Nanti akan ada sanksi tegas,” katanya.

Halaman:

Editor: Abdul Muiz

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X