Butuh Rp 2,1 Triliun untuk Bangun Jalan Rusak di Blora, Bupati : Pemkab Rencanakan Hutang ke Lembaga Keuangan

- Jumat, 5 November 2021 | 18:21 WIB
Bupati Blora H Arief Rohman meninjau pengerjaan proyek pembangunan ruas jalan Kamolan - Banjarejo, belum lama ini. Blora butuh Rp 2,1 Triliun untuk membangun jalan yang rusak. (suaramerdeka.com/Urip Daryanto)
Bupati Blora H Arief Rohman meninjau pengerjaan proyek pembangunan ruas jalan Kamolan - Banjarejo, belum lama ini. Blora butuh Rp 2,1 Triliun untuk membangun jalan yang rusak. (suaramerdeka.com/Urip Daryanto)

BLORA, suaramerdeka-muria.com- Kebutuhan dana riil untuk membangun infrastruktur jalan rusak di Blora mencapai Rp 2,1 Triliun.

Pemkab Blora akan mengupayakan untuk mewujudkan pembangunan jalan itu dengan berbagai cara, salah satunya adalah dengan hutang ke perbankan.
 
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Blora, Ir. Samgautama Karnajaya, MT mengemukakan, panjang jalan di Blora yang dalam kondisi rusak mencapai  430 Km, dan untuk membangunnya butuh dana Rp 2,1 Triliun.
 
‘’Panjang jalan di Blora yang rusak ada 430 Km, untuk membangunnya, kalau rata-rata  per km membutuhkan dana Rp 5 Miliar, sehingga dibutuhkan dana sekitar Rp 2,1 Triliun,’’ jelas  Samgautama, Jumat (5/11/2021).

Baca Juga: Hasil Lengkap Liga 3 Jateng 2021 Kamis 4 November: Persikaba Tundukkan Persiku, Brebes Kalahkan Demak
 
Dengan kondisi jalan yang rusak itu, Bupati Blora, H. Arief Rohman Msi menandaskan, untuk mempercepat pembangunannya alternatif akhir adalah dengan mengajukan hutang daerah sebesar Rp. 250 Miliar.
 
Dikatakan, untuk merealisasi tingginya ekspektasi masyarakat yang menginginkan perbaikan infrastruktur jalan, pihaknya telah mengajukan surat permohonan persetujuan kepada Ketua DPRD Blora, tertanggal 19 Oktober 2021, terkait rencana melakukan pinjaman daerah sebesar Rp. 250 Miliar kepada Lembaga Keuangan Bank.
 
‘’Dikarenakan anggaran kita memang tidak mencukupi untuk tahun 2022 nanti dalam konteks segera mewujudkan keinginan masyarakat dalam hal pembangunan infrastruktur jalan," ungkap Bupati Arief Jumat (5/11/20201).
 
Menurutnya, sebelum memutuskan untuk hutang, pihaknya telah mengupayakan pencarian dana, baik dari Pemerintah Pusat dan maupun Pemprov menemui jalan buntu.

Bahkan akibat masih terdampak pandemi Covid 19, DAU yang diterima Blora ada kecenderungan penurunan.
 
Untuk tahun ini, lanjut Gus Arief, panggilan akrab Bupati Blora,  DAU yang diterima Blora mengalami penurunan sekitar Rp 28 Miliar.

Demikian juga upaya optimalisasi dana bagi hasil migas, dan penyisiran anggaran rutin daerah juga sudah mentok.

Baca Juga: Polisi dan TNI Pantau Perahu Penyeberangan Bengawan Solo di Cepu, Agar Musibah Perahu Tenggelam Tidak Terulang
 
"Semua telah kami upayakan, tahun depan menurut perencanaan kemarin bisa dapat tambahan sebesar Rp. 1 Triliun. Hanya  dana alokasi umum (DAU) dan dana alokasi khusus (DAK) untuk Blora cenderung menurun, kemudian dari keuangan Provinsi demikian juga,’’ jelasnya.
 
Ditambahkan, selama ini penyisiran anggaran belanja rutin tidak mencukupi juga.

Sehingga akhirnya diambil alternatif terakhir yaitu mengajukan hutang daerah.

Karena memang aturan diperbolehkan, dengan persetujuan DPRD.

Dicontohkan, pembangunan jalan di kabupaten tetangga, yakni di Grobogan yang bagus, upayanya juga melalui hutang
 
Optimis
 
Bupati Arief optimis jajaran Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Blora bisa menyetujui kebijakan hutang daerah yang diajukan oleh Pemerintah Kabupaten Blora  tersebut.

Halaman:

Editor: Abdul Muiz

Tags

Terkini

Pemkab Blora Komitmen Wujudkan Kabupaten Layak Anak

Jumat, 25 November 2022 | 08:21 WIB

Bupati Komitmen Tingkatkan Kesejahteraan Bidan

Senin, 21 November 2022 | 16:27 WIB
X