Penanganan Banjir Bandang Wonosoco Butuh Komitmen

- Jumat, 5 November 2021 | 06:20 WIB
Kondisi hutan di Desa Wonosoco, Kecamatan Undaan, lereng Pegunungan Kendeng. (suaramerdeka.com/Anton WH)
Kondisi hutan di Desa Wonosoco, Kecamatan Undaan, lereng Pegunungan Kendeng. (suaramerdeka.com/Anton WH)

KUDUS,suaramerdeka-muria.com - Antisipasi banjir bandang di lereng Pegunungan Kendeng, Desa Wonosoco, Kecamatan Undaan butuh konsistensi dan komitmen dari semua pihak terkait. Jika hal tersebut tidak dilakukan dikhawatirkan musibah akan senantiasa terulang.

Ketua Forum Daerah Aliran Sungai (Fordas) Muria, Hendy Hendro mengemukakan hal tersebut kepada Suara Merdeka, Kamis (4/11). Persoalan banjir bandang di Wonosoco tidak hanya tergantung dari faktor alam, tetapi juga berbagai langkah antisipasi lainnya.

''Butuh komitmen dan harus dijalankan,'' katanya.

BACA JUGA : Antisipasi Banjir Bandang Wonosoco, Ini Usulan Solusinya

Penanganan tidak hanya menyiapkan infrastruktur di bagian hilir saja. Pasalnya, persoalan yang sebenarnya terletak di kawasan hulu. Hutan lindung harus dikembalikan ke fungsinya.

''Tidak dijadikan kawasan produksi,'' jelasnya.

Antisipasi juga tidak semata-mata sekedar reboisasi saja. Pihaknya menekankan fungsi kawasan dikembalikan seperti semula. Alih fungsi lahan dikhawatirkan hanya akan menyebabkan perulangan persoalan setiap tahunnya.

''Hingga saat sekarang, persoalan di kawasan hulu belum sepenuhnya terselesaikan,'' paparnya.

Namun, menyelesaikan banjir bandang Wonosoco tidak hanya dilakukan satu wilayah saja. Tiga daerah, Kabupaten Kudus, Kabupaten Pati dan Kabupaten Grobogan harus berkomitmen menyelesaikan persoalan tersebut secara bersama-sama.

Halaman:

Editor: Abdul Muiz

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X