Banjir Bandang Terjang Wonosoco, Rumah Warga Terendam Lumpur

- Selasa, 2 November 2021 | 21:50 WIB
Warga bersama relawan membersihkan lumpur bekas banjir bandang yang menerjang Desa Wonosoco, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, Selasa (2/11) sore. (suaramerdeka.com/Saiful Annas)
Warga bersama relawan membersihkan lumpur bekas banjir bandang yang menerjang Desa Wonosoco, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, Selasa (2/11) sore. (suaramerdeka.com/Saiful Annas)

KUDUS,suaramerdeka-muria.com – Puluhan rumah warga Desa Wonosoco, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus rusak setelah disapu banjir bandang, Selasa (2/11) sore. Tiga rumah warga rusak berat, sisanya rusak sedang hingga ringan. Rumah warga yang berada di pinggir sungai terendam lumpur tebal.

Tiga rumah yang rusak berat milik Pariyem dan Bambang Suciptono yang berada di RT 1 RW 1. Dinding rumah berbahan kayu jebol diterjang banjir bandang. Satu rumah warga yang rusak berat lainnya milik Sarikin, warga RT 3 RW 1.

Pariyem menuturkan, hujan mulai turun sekitar pukul 14.30 WIB. Saat itu ia tengah bersantai bersama keluarga. “Saya kira hujan biasa. Namun tiba-tiba air dari sungai belakang rumah meluap. Kandang ayam rusak parah. Air bercampur lumpur masuk ke rumah hingga setinggi lutut,” katanya.

BACA JUGA : Antisipasi Banjir di Temulus, Gorong-gorong Mendesak Dilebarkan

Kepala Desa Wonosoco Setyo Budi menuturkan, hujan deras berlangsung sekitar setengah jam. Namun ia menduga, hujan deras sebelumnya mengguyur perbukitan kendeng yang berada di selatan desa.

“Kemungkinan hujan di bagian atas lebih lama, sehingga di kampung hujan baru sekitar setengah jam, dampaknya sudah luar biasa,” ujarnya.

Setyo menuturkan, banjir bandang itu dipicu karena sungai desa tak mampu menahan luapan air dari wilayah atas. Selain butuh pelebaran, pihaknya juga mengusulkan untuk penguatan tanggul sungai di sepanjang perkampungan warga.

Desa Wonosoco termasuk langganan banjir bandang setiap musim hujan tiba.

“Ada satu titik tanggul yang jebol. Kami kira masih kuat menahan air, ternyata jebol juga. Kami berharap ada bantuan untuk pelebaran sungai dan penguatan tanggul. Sebab untuk mengandalkan dana desa jelas tidak mampu menangani semuanya,” katanya.

Warga dibantu relawan Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Polisi dan TNI hingga magrib masih bergotong-royong membersihkan lumpur yang masuk ke rumah-rumah warga. BPBD Kabupaten Kudus mengerahkan sejumlah damkar untuk menyemprot lumpur yang memenuhi rumah warga.

Camat Undaan Rifai menuturkan, lebar sungai di Desa Wonosoco idealnya enam meter. Saat ini lebar sungai hanya tiga meter. “Memang butuh pelebaran sungai hingga enam meter, kami ukur ada seribu meter lebih sungai yang butuh dilebarkan,” katanya.

Rifai menambahkan, pihaknya masih mendata jumlah pasti rumah warga yang rusak. Data sementara yang masuk selain tiga rumah yang mengalami rusak berat, ada sebanyak 15 rumah warga yang rusak sedang dan 15 rumah warga rusak ringan.

“Untuk bantuan kepada warga terdampak banjir akan segera kami usulkan setelah ada data yang pasti. Untuk saat ini kami bersama relawan masih fokus melakukan pembersihan rumah-rumah warga yang kemasukan lumpur,” katanya.

Editor: Abdul Muiz

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X