Status Lahan Hambat Pengembangan Museum Patiayam

- Senin, 1 November 2021 | 06:35 WIB
Petugas membersihkan fosil di Museum Patiayam, Desa Terban, Kecamatan Kaliwungu, kemarin. (suaramerdeka.com/Anton WH)
Petugas membersihkan fosil di Museum Patiayam, Desa Terban, Kecamatan Kaliwungu, kemarin. (suaramerdeka.com/Anton WH)

KUDUS,suaramerdeka-muria.com - Pengembangan situs Patiayam masih menghadapi sejumlah kendala. Salah satunya, upaya membangun Museum Patiayam menjadi lokasi yang representatif untuk penyimpanan ribuan fragmen fosil berusia jutaan tahun.

''Anggaran dan status lahan hingga kini masih menjadi kendala,'' kata Bupati Kudus Hartopo saat meninjau Museum Patiayam di Desa Terban, Kecamatan Jekulo, kemarin.

Lahan yang kini ditempati Museum Patiayam masih berstatus tanah milik desa dan perluasannya membutuhkan anggaran yang tidak sedikit. Estimasi perluasan Museum Patiayam membutuhkan dana setidaknya Rp. 2,2 miliar.

BACA JUGA : Ribuan Fragmen Fosil Belum Miliki Tempat Penyimpanan Representatif

''Harapan kami bagaimana nanti ada win win solution antara Pemkab Kudus dan Pemdes Terban," jelasnya.

Status lahan yang masih milik pemerintah desa membuat pembangunan Museum Patiayam tidak dapat menggunakan dana cukai maupun dana alokasi khusus (DAK). Penganggaran hanya bisa dilakukan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

''Saat sekarang kondisi APBD kita belummemungkinkan,'' tandasnya.

Pihaknya meminta bantuan Pemerintah Pusat terkait upaya pengembangan museum.

Terpisah, Pelaksana tugas Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kudus, Mutrikah mengatakan perluasan bangunan Museum Patiayam memang saat ini belum bisa dilakukan. Sebab di masa pandemi dana direfocusing untuk penanganan Covid-19 sehingga tidak memungkinkan dilakukan pembangunan.

Halaman:

Editor: Abdul Muiz

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X