'Berlayar' Jauh dengan Kapal Kandas, Siasat Pebatik Bertahan di Tengah Pandemi

- Rabu, 27 Oktober 2021 | 22:25 WIB
Pemilik Muria Batik Kudus Yuli Astuti menjelaskan motif batik kapal kandas kepada Area Manager Comm, Rell & CSR Pertamina Patra Niaga Jawa Bagian Tengah, Brasto Galih Nugroho, Selasa (26/10). (suaramerdeka.com/Saiful Annas)
Pemilik Muria Batik Kudus Yuli Astuti menjelaskan motif batik kapal kandas kepada Area Manager Comm, Rell & CSR Pertamina Patra Niaga Jawa Bagian Tengah, Brasto Galih Nugroho, Selasa (26/10). (suaramerdeka.com/Saiful Annas)

Batik Yuli bahkan berlayar jauh hingga luar negeri. Sejumlah negara seperti Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, hingga Tiongkok menjadi pasar tetapnya.

Berbagi Lewat Masker

Pandemi Covid-19 turut memberi pukulan telak bagi bisnis batik Muria Kudus milik Yuli. Tidak adanya pameran hingga pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat membuat seluruh usaha terpukul, tak terkecuali usaha yang digeluti Yuli.

Melihat kain dan bahan baku batik menumpuk, ditambah perajin yang menganggur, Yuli pun memutar otak. Di awal-awal pandemi, Yuli membuat inovasi masker kain batik.

“Semula diniati untuk berbagi masker karena melihat kain dan bahan baku menumpuk. Namun lagi-lagi masker batik kami dilirik Pertamina. Dari yang semula diniati berbagi, justru bisa menghasilkan,” katanya.

Yuli pun tak lupa menyisihkan keuntungan dari pembuatan masker itu untuk berbagi kepada warga terdampak pandemi.

“Alhamdulillah sekarang pandemi mulai mereda, usaha batik kembali menggeliat lagi. Pameran-pameran meski digelar secara privat atau virtual sudah digelar, sehingga bisa menghidupkan lagi usaha kami,” katanya.

Kerja keras dan kreatitivitas Yuli Astuti dengan Muria Batik Kudus menurut Area Manager Comm, Rell & CSR Pertamina Patra Niaga Jawa Bagian Tengah, Brasto Galih Nugroho, menjadi bukti wirausahawan perempuan bisa tumbuh dan berkembang sejajar dengan pengusaha laki-laki.

Pertamina melalui Program Pendanaan Usaha Mikro dan Kecil (PUMK), kata Brasto, terus berkomitmen untuk mendampingi mitra binaannya berdaya dan melestarikan budaya sekitar.

Pertamina menargetkan penyaluran Program PUMK Regional Jawa Bagian Tengah (Jateng dan DIY) Pertamina sebesar Rp 7,5 miliar pada tahun 2021. Dari jumlah itu, kata Brasto, telah terealisasi pendanaan untuk UKM sebesar Rp 7,2 miliar.

Halaman:

Editor: Abdul Muiz

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pemodal Tiongkok Minati Investasi Biogas di Kudus

Senin, 24 Januari 2022 | 06:55 WIB

Polisi Sikat Pelaku Judi Online di Kudus

Jumat, 21 Januari 2022 | 14:55 WIB

Kebakaran di Pasar Kliwon, Kantor BRI Unit Kota Ludes

Kamis, 13 Januari 2022 | 13:23 WIB

Hanura Perintahkan Kader Hadir di Tengah Masyarakat

Kamis, 30 Desember 2021 | 17:20 WIB
X