Banyak Program Pelatihan, Bupati Kudus Ingin Muncul Difablepreneur

- Rabu, 27 Oktober 2021 | 07:52 WIB
Para penyandang disabilitas praktik memasak pada pelatihan tata boga yang digelar di Balai Desa Mlati Lor, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus, Selasa (26/10).  (suaramerdeka.com/Saiful Annas)
Para penyandang disabilitas praktik memasak pada pelatihan tata boga yang digelar di Balai Desa Mlati Lor, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus, Selasa (26/10). (suaramerdeka.com/Saiful Annas)

KUDUS,suaramerdeka-muria.com – Keterbatasan fisik bagi penyandang disablitas bukan halangan untuk maju dan berkembang. Bupati Kudus Hartopo mengatakan, difabel dengan kekerbatasan yang dimiliki justru memiliki potensi yang luar biasa.

Hartopo mengatakan,Pemkab Kudus memberikan kesempatan yang sama bagi penyandang disabilitas untuk mengembangkan potensinya. Terutama untuk berinovasi dan berwirausaha. “Pemkab Kudus berkomitmen untuk mencetak 500 wirausahawan baru setiap tahun. Dari jumlah itu, saya berharap muncul difablepreneur dengan segala potensi yang dimiliki,” kata Hartopo.

Harapan itu disampaikan Hartopo saat membuka pelatihan dan kewirausahaan penjahitan dan tata boga bagi penyandang disabilitas di Balai Desa Mlati Lor, Selasa (26/10).

BACA JUGA : Didukung Semen Gresik, Difabel Rembang Bersaing di Kompetisi Pemberdayaan Perempuan Internasional

Hartopo meyakini bahwa setiap manusia pasti memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing. “Penyandang disabilitas tidak boleh berkecil hati dan merasa kurang dari pribadi yang lain. Justru ada potensi tinggi jika dikembangkan,” katanya.

Ia optimistis, penyandang disabilitas mempunyai kelebihan dan potensi yang bisa dikembangkan. Pemkab Kudus setiap tahun menggelar pelatihan keterampilan kewirausahaan di Dinas Tenaga Kerja Koperasi dan UKM. Kesempatan itu ia harapkan juga dimanfaatkan oleh penyandang disabilitas.

Termasuk pelatihan yang digelar oleh Forum Komunikasi Disabilitas Kudus (FKDK)  bekerjasama dengan Balai Besar Rehabilitasi Vokasional Penyandang Disabilitas (BBRVPD) Inten Soeweno Cibinong Bogor itu, menjadi kesempatan penyandang disabilitas untuk mengembangkan potensinya.

“Tidak ada manusia yang lebih dari manusia yang lain. Superhero itu hanya ada di film  Semua manusia punya kekurangan dan kelebihan yang berbeda. Sehingga mari mengembangkan potensi yang ada,” katanya.

Adanya pelatihan juga diharapkan mampu mendorong adanya diffablepreneur atau wirausaha difabel di Kudus. Sehingga ikut meningkatkan perekonomian Kabupaten Kudus yang turun akibat pandemi.

Halaman:

Editor: Abdul Muiz

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Persiku Junior Ditarget Berprestasi di Piala Soeratin

Senin, 6 Desember 2021 | 06:10 WIB

BNPB Rekomendasikan BPBD Kudus Naik Klasifikasi A

Jumat, 3 Desember 2021 | 07:05 WIB

Penanganan Banjir Bandang Wonosoco Terabaikan

Kamis, 2 Desember 2021 | 07:15 WIB

Ratusan Meter Tanggul Kritis di Sungai Dawe Diperkuat

Selasa, 30 November 2021 | 07:47 WIB
X