Ribuan Fragmen Fosil Belum Miliki Tempat Penyimpanan Representatif

- Rabu, 27 Oktober 2021 | 06:25 WIB
Bupati Kudus Hartopo didampingi Pelaksana tugas Kadisbudpar Mutrikah menyaksikan sejumlah koleksi di Museum Patiayam, Desa Terban, Kecamatan Jekulo, Selasa (26/10) siang. (suaramerdeja.com/dok)
Bupati Kudus Hartopo didampingi Pelaksana tugas Kadisbudpar Mutrikah menyaksikan sejumlah koleksi di Museum Patiayam, Desa Terban, Kecamatan Jekulo, Selasa (26/10) siang. (suaramerdeja.com/dok)

KUDUS,suaramerdeka-muria.com - Sebanyak 8 ribu fragmen hingga 10 ribu fragmen peninggalan purba di Situs Patiayam saat sekarang belum dapat ditempatkan pada lokasi sebagaimana mestinya. Sisa peninggalan bersejarah berusia ratusan ribu tahun hingga maksimal dua juta tahun lalu butuh tempat penyimpanan yang representatif.

Pemerintah Kabupaten Kudus dengan berbagai keterbatasan berusaha menyimpan nukilan sejarah masa purba tersebut di Musem Patiayam, Desa Terban, Kecamatan Jekulo.

Hal tersebut terungkap saat kunjungan Bupati Kudus Hartopo di Museum Patiayam, Selasa (26/10) siang.

BACA JUGA : Lagi, Fosil Gading Gajah Purba Sepanjang 1,5 Meter Ditemukan di Situs Patiayam

Ditegaskannya, bila memungkinkan pengembangan Patiayam salah satunya pembangunan museum yang representatif sudah digelar sejak dahulu.

''Kendala yang dihadapi lahan masih menyewa,'' katanya.

Kondisi tersebut mengakibatkan alokasi bantuan masih mengandalkan APBD kabupaten. Lahan sewa milik pemerintahan desa setempat mengakibatkan alokasi berbasis dana dari pusat belum dapat diperoleh.

Padahal, butuh dana yang sangat besar untuk mengembangkan Patiayam. Terlebih, dua tahun terakhir Kota Keretek dan kawasan lainnya diterjang pandemi Covid 19 sehingga alokasi dana publik tersedot untuk menghambat laju penyebaran virus.

''Jika memungkinkan, tidak harus tahun depan tetapi tahun ini dilaksanakan,'' paparnya.

Pelaksana tugas Kadisbudbar Mutrikah, menegaskan pengembangan Patiayam merupakan kerja bareng semua pihak. Pemerintah Kabupaten Kudus tidak mungkin mampu membiayai semua kebutuhan pengembangan Patiayam. Meskipun demikian, pihaknya dengan kemampuan yang ada berusaha melestarikan dan merawat peninggalan situs Patiayam.

''Kami berharap peninggalan Patiayam mempunyai tempat yang representatif,'' ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, jumlah fosil purba yang ditemukan selama ini tercatat ada 17 spesies hewan purba dengan jumlah 8 ribu hingga 10 ribu yang sudah teridentifikasi.

Belasan spesies hewan purba yang ditemukan, meliputi hewan yang hidup di laut dalam, rawa, dan darat.

Adapun koleksi fosil yang berhasil ditemukan di kawasan Situs Patiayam, yakni Stegodon trigonochepalus (gajah purba), Elephas Sp. (gajah purba dengan usia lebih muda), Ceruss zwaani dan Cervus lydekkeri martin (sejenis rusa), dan Rhinoceros sondaicus (badak). Ada pula Brachygnatus dubois (babi), Felis Sp. (macan), Bos bubalus palaeokarabau (sejenis kerbau), dan Bos banteng alaeosondaicus (sejenis banteng), serta Crocodilus Sp. (buaya), serta kapak genggam atau chopper.

Halaman:
1
2

Editor: Abdul Muiz

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pemodal Tiongkok Minati Investasi Biogas di Kudus

Senin, 24 Januari 2022 | 06:55 WIB

Polisi Sikat Pelaku Judi Online di Kudus

Jumat, 21 Januari 2022 | 14:55 WIB

Kebakaran di Pasar Kliwon, Kantor BRI Unit Kota Ludes

Kamis, 13 Januari 2022 | 13:23 WIB

Hanura Perintahkan Kader Hadir di Tengah Masyarakat

Kamis, 30 Desember 2021 | 17:20 WIB
X