Kasus Senpi Ilegal Pengawal Kades Tahunan, Begini Pengakuan Tersangka

- Senin, 25 Oktober 2021 | 13:17 WIB
Kedua tersangka kasus senpi ilegal saat ditanya Kapolres Rembang terkait asal-muasal pembelian. (suaramerdeka.com/Ilyas al-Musthofa)
Kedua tersangka kasus senpi ilegal saat ditanya Kapolres Rembang terkait asal-muasal pembelian. (suaramerdeka.com/Ilyas al-Musthofa)

“Dulu saya beli softgun Rp 3,5 juta dan peluru Rp 2,5 juta dapat 6 butir. Sedangkan peluru kaliber 9, saya dapat dari teman saat berburu babi hutan. Saat mencoba senapan teman, pelurunya terbawa di saku,” ujar S.

Baca Juga: Kasus Tahunan Bisa Jadi Pintu Bongkar Tambang Ilegal Lainnya, Jika Polisi Terlibat, Laporkan!

Kepada polisi S mengaku hanya butuh waktu sekira 1 jam untuk memodifikasi air softgun menjadi senpi yang bisa difungsikan.

Ia cukup mencopot baut dan tidak melakukan perubahan apa pun pada softgun.

“Belajar modifikasi air softgun menjadi senpi dari youtube. Satu senpi dimodifikasi butuh waktu 1 jam, tidak perlu mengubah. Peluru dan senpi datang satu paket,” imbuhnya.

Saat ini, polisi masih melakukan penyidikan atas kasus kepemilikan senpi ilegal.

Tidak menutup kemungkinan, pengembangan akan mengarah pada tersangka lainnya.

Baca Juga: Edan, Dililit Utang, Perangkat Desa di Lasem Ini Carikan Istrinya Suami Kedua Melalui MiChat

“Kami lakukan penyelidikan lagi, selain untuk mencoba apakah juga digunakan hal-hal lain, terutama menakut-nakuti,” papar Kapolres Rembang, AKBP Dandy Ario Yustiawan.

Kasus kepemilikan senpi ilegal dengan tersangka Jarwo dan S bermula saat terjadi laka kerja di area tambang di Desa Tahunan pada September 2021 lalu.

Halaman:

Editor: Ilyas al-Musthofa

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Wajah Kota Rembang Diminta Diperbaiki

Kamis, 13 Januari 2022 | 11:58 WIB
X