Momen Hari Santri, NU Pati Luncurkan Mobil Layanan Umat

- Minggu, 24 Oktober 2021 | 19:23 WIB
Jajaran Kiai PCNU Pati beserta pejabat daerah berziarah dan melakukan doa bersama di makam pahlawan santri Gus Hasyim di TMP Giri Dharma. (suaramerdeka.com/Moch Noor Efendi)
Jajaran Kiai PCNU Pati beserta pejabat daerah berziarah dan melakukan doa bersama di makam pahlawan santri Gus Hasyim di TMP Giri Dharma. (suaramerdeka.com/Moch Noor Efendi)

PATI, suaramerdeka-muria.com - Hari Santri Nasional (HSN) tahun ini berasa lebih spesial bagi Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pati.

Pihaknya semakin meneguhkan pengabdian kepada masyarakat melalui peluncuran satu mobil ambulans dan tujuh mobil layanan umat (MLU), Jumat (22/10).

"Peluncuran ini sebagai bentuk pengabdian kami kepada masyarakat. NU semakin bergerak dan tidak sekadar memberi layanan sosial keagamaan, tetapi juga bisa memberi layanan lebih, khususnya di bidang kesehatan," ujar Ketua PCNU Pati Kiai Yusuf Hasyim.

Baca Juga: Bupati Rembang Siapkan Gerbong Mutasi Besar-besaran Kepala OPD, Siapa Saja?

Keberadaan MLU akan semakin bertambah tahun depan.

Pengadaan itu diupayakan melalui koin NU.

Pihaknya menargetkan pada 2026 seluruh pengurus ranting (desa/kelurahan) memiliki mobil layanan umat.

"Ambulans dan mobil layanan umat digunakan untuk keperluan pengangkutan jenazah dan mengantar warga yang sakit ke tempat layanan kesehatan. Tidak sebatas warga NU saja, umat secara umum dapat memanfaatkan," katanya.

Baca Juga: PSIR Rembang Tidak Pasang Target Muluk di Liga 3

Pada hari yang sama, PCNU juga menggelar apel HSN di halaman Taman Makam Pahlawan (TMP) Giri Dharma Pati dengan pembina apel Bupati Haryanto.

Apel mengundang pula jajaran Forkopimda dan Kemenag.

Kemudian berlanjut dengan ziarah dan doa bersama di makam Muhammad Hasyim yang berada di TMP.

Dia merupakan pahlawan dari kalangan santri sehingga setiap HSN makamnya selalu diziarahi.

Baca Juga: Striker Arema FC Carlos Fortes Disebut dengan Nama Lain : Cak Sodiq Monata

Dalam apel, silsilah dan perjuangan pahlawan yang akrab disapa Gus Hasyim itu juga dibacakan.

Dia merupakan putra KH Mahfudh Salam asal Kajen, Pati, pejuang yang gigih melawan penjajah Belanda hingga akhirnya wafat di Ambarawa pada 1944.

Gus Hasyim ikut terjun dalam perjuangan fisik mempertahankan NKRI menyambut resolusi jihad yang dikumandangkan Rais Akbar Nahdlatul Ulama KH Hasyim Asy'asri pada 22 Oktober 1945.

Baca Juga: HOAKS : Kuesioner Berhadiah Jutaan Rupiah dalam Rangka Ulang Tahun BRI

Gus Hasyim, yang merupakan kakak dari KH MA Sahal Mahfudh aktif dalam melawan agresi Belanda I dan II.

Dia berjuang dalam barisan Hizbullah bahu membahu bersama TNI melakukan penyergapan dan perampasan senjata dari tentara Belanda.

Gus Hasyim akhirnya tertangkap Belanda pada pengujung 1949 di wilayah Sukolilo, Pati.

Dia ditangkap saat berdoa seusai shalat ashar di sebuah surau bersama dua santri lainnya yang ikut menjadi jamaah shalat.

Baca Juga: Dikeroyok Puluhan Pengunjung Kafe, Tiga Pemuda Lapor Polisi

"Santri saat ini harus meneladani Gus Hasyim dengan ikut berjuang. Tetapi perjuangannya lain, sekarang berjuang memerangi kebodohan, penjajahan ekonomi, teknologi, dan lainnya," tandas Kiai Yusuf.

 

Halaman:
1
2
3

Editor: Ilyas al-Musthofa

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Hadapi Liga 3 Nasional, Persipa Pati Mulai Gelar Latihan

Selasa, 21 Desember 2021 | 08:15 WIB
X