Peringatan Maulid Nabi di Pendapa, Bina Semangat Kebangsaan

- Senin, 25 Oktober 2021 | 04:20 WIB
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di pendapa kabupaten, Sabtu (23/10) malam. (suaramerdeka.com/Anton WH)
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di pendapa kabupaten, Sabtu (23/10) malam. (suaramerdeka.com/Anton WH)

KUDUS,suaramerdeka-muria.com - Bertempat di Pendapa Kabupaten Kudus, Sabtu (23/10) malam digelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Bupati Kudus Hartopo bersama unsur Forkopimda atau yang mewakili, Kepala OPD dilingkungan Pemkab Kudus, serta Para alim ulama menghadiri pengajian kebangsaan yang dilaksanakan secara online tersebut.

Bupati menyampaikan, pengajian kebangsaan digelar untuk memperingati maulid Nabi sekaligus Hari Santri Nasional. Ditambahkannya, sejarah terbentuknya Hari Santri Nasional bermula dari resolusi jihad yang berisi fatwa kewajiban berjihad demi mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Tujuan lain, menghasilkan sebuah gerakan heroik seperti yang terjadi pada tanggal 10 november 1945. ''Inilah jiwa terbentuknya dari hari santri," katanya.

BACA JUGA : TRENDING : 25 Twibbon Maulid Nabi Muhammad SAW 1443 Hijriah atau 2021, Selamat Merayakan, Solawat Atas Nabi

Atas spirit itulah timbul tema Hari Santri Nasional. Tema ''Santri Siaga Jiwa Raga'' merupakan komitmen seumur hidup santri yang terbentuk dari tradisi pesantren yang tidak hanya mengajarkan kepada santri-santrinya tentang ilmu dan akhlak, melainkan tazkiyatun nafis, yaitu mensucikan jiwa dengan cara digembleng melalui berbagai 'tirakat' lahir dan batin.

Selanjutnya, semangat tersebut diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Lebih lanjut, bupati menerangkan lebih mendalam tentang tazkiyatun nafis ketika dicerna lebih dalam, yaitu hingga terjadinya alam semesta atau sangkan paraning dumadi.

"Nur Muhammad adalah awal sebuah kejadian dan Nur Muhammad adalah material dasar dari seluruh alam semesta,'' tandasnya.

Tradisi maulid Nabi harus terus menerus dijaga dan dibudayakan di tengah hiruk pikuk peradaban ini. Dia mengajak kita semua untuk meresapi, menyatukan pikiran sepenuh hati sehingga acara ini tak hanya seremonial semata.

''Marilah kita sama-sama menyatukan pikiran, jiwa, dan hati untuk mengikuti ritual Maulid Nabi sehingga tidak sekedar seremonial semata,'' ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut diserahkan hibah Sarpras peribadatan dan pendidikan keagamaan Ponpes Al Muayyad Al Maliky sebanyak Rp 100 juta, Ponpes Yanbuul Qur'an, Rp 300 juta, MTs Ma'ahid Rp 200 juta. Tidak ketinggalan diserahkan hadiah lomba dalam beberapa kategori.

Halaman:
1
2

Editor: Abdul Muiz

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pemodal Tiongkok Minati Investasi Biogas di Kudus

Senin, 24 Januari 2022 | 06:55 WIB

Polisi Sikat Pelaku Judi Online di Kudus

Jumat, 21 Januari 2022 | 14:55 WIB

Kebakaran di Pasar Kliwon, Kantor BRI Unit Kota Ludes

Kamis, 13 Januari 2022 | 13:23 WIB

Hanura Perintahkan Kader Hadir di Tengah Masyarakat

Kamis, 30 Desember 2021 | 17:20 WIB
X