Muncul Kasus Pengeroyokan, Keberadaan Kafe Karaoke di Kudus Dipertanyakan

- Senin, 25 Oktober 2021 | 06:50 WIB
Sejumlah warga melaporkan dugaan pengeroyokan saat berada di salah satu kafe karaoke di Kecamatan Jati, akhir pekan lalu. (suaramerdeka.com/Anton WH)
Sejumlah warga melaporkan dugaan pengeroyokan saat berada di salah satu kafe karaoke di Kecamatan Jati, akhir pekan lalu. (suaramerdeka.com/Anton WH)

KUDUS,suaramerdeka-muria.com - Insiden pada salah satu karaoke di Jati Wetan, Kecamatan, Jati, Kabupaten Kudus, dinilai sebagai hal yang memprihatinkan. Terlepas dari dugaan pengeroyokan, kejadian tersebut membuktikan pengawasan Perda Nomor 10 Tahun 2015 lemah.

Regulasi berupa Peraturan Daerah (PERDA) tentang Usaha Hiburan Diskotik, Kelab Malam, Pub dan Penataan Hiburan Karaoke, secara jelas melarang kafe karaoke tertutup.

"Kami menyesalkan kejadian tersebut," kata sslah seorang tokok santri Kota Kretek yang juga anggota DPRD Jateng, Achwan Sukandar, Minggu (24/10).

BACA JUGA : Dikeroyok Puluhan Pengunjung Kafe, Tiga Pemuda Lapor Polisi

Menurutnya, keberadaan hiburan sejenis tidak sesuai dengan predikat Kudus sebagai kawasan yang sangat kental dengan nuansa religi. Terlebih, secara aturan Pemerintah Daerah Kudus sudah melarangnya.

Seharusnya, kata dia, semua pihak menghormati aturan yang disepakati. Apalagi, dengan mempertimbangkan kentalnya aktivitas religi di lereng Gunung Muria tersebut.

"Perda harus ditegakkan," ujarnya

Menurut pandangan pribadinya, Perda sudah saatnya dikaji ulang. Perlu ditambahkan untuk membuat pelakunya lebih jera.

"Perda sudah memungkinkan direvisi," tandasnya.

Halaman:

Editor: Abdul Muiz

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Realisasi Bulan Dana PMI Kudus Capai Rp 925,6 Juta

Sabtu, 1 Oktober 2022 | 10:46 WIB

Gentamas, Kreasikan Batik dari Cerita Rakyat Kudus

Senin, 26 September 2022 | 06:18 WIB

KIHT Kudus Bakal Tambah Tiga Gedung

Senin, 26 September 2022 | 06:04 WIB

Pecah! Warga Tumpah Ruah Saksikan Kudus Fashion Art

Sabtu, 24 September 2022 | 07:03 WIB
X