Cakupan Masih Rendah, Vaksinasi Lansia Butuh Langkah Khusus

- Sabtu, 23 Oktober 2021 | 10:14 WIB
Vaksinasi dengan sasaran Lansia di Kecamatan Kota, baru-baru ini. (suaramerdeka.com/Anton WH)
Vaksinasi dengan sasaran Lansia di Kecamatan Kota, baru-baru ini. (suaramerdeka.com/Anton WH)

KUDUS, suaramerdeka-muria.com - Setelah sempat berada di Level 2, Kota Keretek kembali menempati Level 3 pandemi Covid 19. Meskipun jumlah kasus semakin ditekan, pekerjaan rumah yang harus diselesaikan masih berkutat pada penuntasan vaksinasi.

Rendahnya cakupan vaksinasi golongan lanjut usia (Lansia) salah satu contohnya.

''Kita kesulitan Lansia yang mau divaksinasi,'' kata Kasi Surveilens dan Imunisasi Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus, Aniq Fuad.

BACA JUGA : Pria Usia 82 Tahun Ikut Vaksinasi Covid-19, Tak Pilih-Pilih Jenis Vaksin. Kamu Kapan??

Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus tidak menampik, kegiatan vaksinasi lansia di Kota Kretek tak berjalan mulus. Meski berbagai cara telah dilakukan untuk menggenjot cakupan vaksinasi Lansia di Kudus.

"Kita sudah lakukan jemput bola dengan door to door menyambangi rumah Lansia untuk vaksinasi,'' ujarnya.
Hanya saja, banyak dari mereka yang menolak. Sebagian mengatakan jika divaksin akan mati, tidak divaksin juga akan meninggal.

Selain alasan tersebut, sejumlah Lansia menolak vaksinasi sebab takut mengalami kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI). KIPI seperti demam dan nyeri yang dirasakan sejumlah orang pasca disuntik vaksin jenis Astrazeneca dan Moderna.

"Keluarganya mungkin ada yang sudah vaksin Astrazeneca atau Moderna dan mengalami KIPI,'' jelasnya.

Kondisi tersebut mengakibatkan Lansia tidak mau vaksin, karena takut demam. Aniq mengungkapkan percepatan vaksinasi lansia membutuhkan pendekatan ekstra. Upaya-upaya promosi kesehatan harus dimaksimalkan untuk merubah mindset Lansia akan vaksinasi Covid.

Vaksinasi harus mendapat dukungan penuh dari keluarga lansia. Sebab, merekalah yang nantinya mendorong Lansia untuk vaksinasi Covid-19.
Mind set vaksin aman dan halal juga perlu ditanamkan ke benak para Lansia.

Tujuannya, agar ketakutan mereka akan KIPI vaksin berkurang.

"Lansia vaksinasinya pakai Sinovac yang paling aman, tidak ada KIPI-nya, dan setelah divaksin tidak akan demam atau nyeri pada lengan," ujarnya.

Langkah tersebut membutuhkan dukungan dari berbagai pihak. Seluruh eleman masyarakat harus membantu sosialisasi dan edukasi vaksin aman bagi lansia. Cakupan vaksinasi Lansia di Kudus diharapkan melampaui target yang ditentukan, yakni lebih dari 40 persen bagi daerah level 2 PPKM dan lebih dari 60 persen untuk daerah level 1 PPKM

Halaman:
1
2

Editor: Abdul Muiz

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Polisi Sikat Pelaku Judi Online di Kudus

Jumat, 21 Januari 2022 | 14:55 WIB

Kebakaran di Pasar Kliwon, Kantor BRI Unit Kota Ludes

Kamis, 13 Januari 2022 | 13:23 WIB

Hanura Perintahkan Kader Hadir di Tengah Masyarakat

Kamis, 30 Desember 2021 | 17:20 WIB

Luas Kabupaten Kudus Bertambah 2.228 Hektare

Senin, 27 Desember 2021 | 07:25 WIB
X