MANTAP !! Produksi Bandeng Kartini Jepara Bisa Capai 36 Ton Pertahun

- Kamis, 21 Oktober 2021 | 17:46 WIB
Kegiatan temu lapang pembudidaya di Desa Ujungwatu, Kecamatan Donorojo, Kamis (21/10/2021). (suaramerdeka.com/Septina Nafiyanti)
Kegiatan temu lapang pembudidaya di Desa Ujungwatu, Kecamatan Donorojo, Kamis (21/10/2021). (suaramerdeka.com/Septina Nafiyanti)

JEPARA, suaramerdeka-muria.com - Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau Jepara (BBPBAP) Jepara mengembangkan Bandeng Kartini sebagai produk unggulan perikanan Kabupaten Jepara.

Produksi bandeng yang terpusat di klaster bandeng Desa Ujungwatu, Kecamatan Donorojo ini bisa mencapai 36 ton per tahun.


Pelaksana tugas (Plt) Kepala BBPBAP Jepara Moh Arifin mengatakan, bandeng kartini menjadi komoditi unggulan yang kini dikembangkan di Desa Ujungwatu.

Baca Juga: Potradnas VIII Bangka Belitung, Jepara Berangkatkan 9 Atlet Katapel dan Egrang

Kementerian (KKP) melalui BBPBAP Jepara memberikan stimulus sekitar Rp 1 miliar untuk fasilitasi pengembangan budidaya ini.


''Budidaya bandeng di sini dibuat semi intensif. Jika biasanya petani tambak hanya panen 1 ton per hektare, sekarang bisa sampai 3 ton per hektare,'' terangnya dalam kegiatan temu lapang pembudidaya di Desa Ujungwatu, Kecamatan Donorojo, Kamis (21/10/2021).

Baca Juga: Nepal Turunkan Skuad Terbaik Hadapi Timnas Indonesia U23 di Pertandingan Uji Coba Jumat 22 Oktober


Luas lahan tambak bandeng di Desa Ujungwatu saat ini mencapai 6 hektare. Dalam satu tahun, panen bandeng minimal bisa dua kali.

Dengan produksi sekitar 3 ton per hektare, maka dalam sekali musim panen, bisa menghasilkan 18 ton bandeng.


''Bandeng kartini ini memiliki ciri khas tidak bau lumpur,'' katanya.

Baca Juga: TERBARU LIGA 2 : 7 Tim Didenda Karena Terlambat Kick Off, Pemain Dilarang Tampil di 6 Laga dan Sanksi 6 Bulan


Selain produksi, BBPBAP Jepara juga memperhatikan pascapanen dengan melibatkan warga sekitar dalam pengolahan bandeng.

Saat ini sudah dikembangkan produksi bandeng presto, otak-otak dan aneka olahan lain.


Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Jepara Wasiyanto mengatakan, Pemerintah Kabupaten Jepara turut mendorong program BBPAB Jepara melalui fasilitas pendukung.

Saat ini Pemkab telah membangun sarana jalan menuju tambak.

Selain itu, Dinas Perikanan juga memberikan berbagai pelatihan dalam upaya mengembangkan kampung bandengn ini, melalui pengolahan pascapanen.

Baca Juga: Link Download Twibbon Menarik Hari Santri Nasional 2021, Santri Siaga Jiwa Raga


''Kami siapkan pelatihan untuk olahan produk perikanan dan pendukung lainnya,'' tuturnya.


Wakil Ketua DPRD Jepara Junarso yang turut hadir dalam kesempatan itu memuji teknologi yang digunakan dalam budidaya bandeng di Desa Ujungwatu.

Ia yakin, dengan dukungan pemerintah daerah dan sinergi dengan BBPBAP, kluster bandeng di jepara akan menjadi percontohan dan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat.

Baca Juga: Sejarah Lengkap Hari Santri, Resolusi Jihad Mengawali


''Teknologi dan budidayanya sudah modern. Tapi ini butuh dukungan berbagai stakeholder untuk bekerja sama agar mulai dari pembibitan, bididaya, sampai dengan penjualan atau pengolahan bisa optimal,'' katanya.


Dalam kesempatan tersebut KKP melalui BBPBAP Jepara juga menyerahkan bantuan pakan mandiri sebanyak 7.140 kilogram kepada tujuh pokdakan dan 600 ekor bibit udang windu kepada dua pokdakan.***

Halaman:
1
2
3

Editor: Abdul Muiz

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Junarso : Program Jaksa Masuk Sekolah Harus Didukung

Jumat, 28 Januari 2022 | 14:40 WIB

Nakes Berseragam SD Ajak Siswa Ikuti Vaksinasi

Kamis, 27 Januari 2022 | 10:40 WIB

Jelang Imlek, Klenteng Dibersihkan Gotong Royong

Selasa, 25 Januari 2022 | 16:50 WIB

Aklamasi, Hadi Sarwoko Terpilih Lagi Ketua PPNI Jepara

Minggu, 23 Januari 2022 | 05:51 WIB

Pertuni : Punya Anak Tunanetra Jangan Disembunyikan

Rabu, 12 Januari 2022 | 17:55 WIB

Bawaslu RI Beri Apresiasi Pada Bawaslu Jepara

Rabu, 12 Januari 2022 | 10:44 WIB
X