Legislator Minta Bantuan Ternak Ditunda, Bupati Sebut Sudah Proses

- Selasa, 19 Oktober 2021 | 06:30 WIB
Bupati Kudus Hartopo usai rapat paripurna di gedung DPRD Kudus, Senin (19/20). (suaramerdeka.com/Saiful Annas)
Bupati Kudus Hartopo usai rapat paripurna di gedung DPRD Kudus, Senin (19/20). (suaramerdeka.com/Saiful Annas)

KUDUS,suaramerdeka-muria.com – Rencana penyaluran bantuan ternak oleh Pemkab Kudus terus mendapat tentangan dari kalangan DPRD Kudus. Pemkab Kudus semula mengalokasikan Rp 2,3 miliar melalui Perbup Nomor 27 Tahun 2021 tentang penggunaan dana cukai untuk bantuan modal ternak berupa kambing, lele, dan kalkun berikut kolam atau kandangnya..

Dana bantuan ternak itu rencananya akan ditambah menjadi sebesar Rp 6,6 miliar melalui RAPBD Perubahan 2021 yang kini tengah dibahas di DPRD Kudus. Anggota Fraksi Gerindra Kabupaten Kudus Sandung Hidayat meminta program bantuan ternak itu ditunda dulu.

“Kami banyak menerima pertanyaan dari konstituen terkait bantuan ternak ini. Sosialisasi sangat minim. Penerima juga belum jelas. Daripada nanti terjadi masalah, kami minta ditunda dulu,” kata Sandung pada rapat paripurna jawaban bupati atas pandangan umum fraksi DPRD Kudus terhadap nota keuangan RAPBD Perubahan 2021, Senin (18/10).

BACA JUGA : Kepakkan Sayap, Peternak Kalkun Produksi Menu ‘Frozen’ Siap Saji

Ketua Komisi B DPRD Kudus Ali Mukhlisin membenarkan ada usulan tambahan anggaran bantuan ternak itu. Komisi B berencana memanggil Dinas Pertanian untuk meminta keterangan detail rencana penyaluran bantuan ternak tersebut.

“Bantuan harus tepat sasaran. Jangan sampai hanya dikuasai orang-orang tertentu. Besok (hari ini – Red) akan kami panggil Dinas Pertanian untuk meminta keterangan. Terlebih ada usulan tambahan Rp 4,3 miliar pada program yang sama,” katanya.

Bupati Kudus Hartopo pada jawaban atas pandangan umum fraksi mengatakan, bantuan modal berupa ternak sebesar Rp 2,3 miliar telah berproses. “Anggaran tersebut telah tertampung dalam perbup Nomor 27 Tahun 2021 tanggal 9 Agustus Tahun 2021 tentang Perubahan ke-4 atas Perbup Nomor 72 tahun 2020,” kata Hartopo.

Disebutkan, pelaksanaan pemberian bantuan kambing, lele dan kalkun itu diberikan kepada buruh tani sesuai PMK 2016 Tahun 2020 tentang DBHCHT. Kegiatan tersebut meruapakan aspirasi kelompok tani ternak di sejumlah desa. “Usulan penerima bantuan telah diverifikasi,” katanya.

Bantuan modal ternak sebesar Rp 2,3 miliar itu rencananya diberikan kepada sebanyak 135 buruh tani agar mampu mengembangkan usaha di bidang peternakan.

Halaman:

Editor: Abdul Muiz

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Persiku Junior Ditarget Berprestasi di Piala Soeratin

Senin, 6 Desember 2021 | 06:10 WIB

BNPB Rekomendasikan BPBD Kudus Naik Klasifikasi A

Jumat, 3 Desember 2021 | 07:05 WIB

Penanganan Banjir Bandang Wonosoco Terabaikan

Kamis, 2 Desember 2021 | 07:15 WIB

Ratusan Meter Tanggul Kritis di Sungai Dawe Diperkuat

Selasa, 30 November 2021 | 07:47 WIB
X