SPBU Kehabisan Solar hingga Muncul Antrean, Ini Penjelasan Pertamina

- Minggu, 17 Oktober 2021 | 18:12 WIB
Antrean truk di SPBU Krawang, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, Minggu (17/10). (suaramerdeka.com/Saiful Annas)
Antrean truk di SPBU Krawang, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, Minggu (17/10). (suaramerdeka.com/Saiful Annas)

KUDUS,suaramerdeka-muria.com – Antrean truk dan kendaraan tak terhindarkan di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Kudus menyusul kosongnya stok solar di sejumlah SPBU.

Area Manajer Communication Relations and Corporate Social Responsibility (CSR) PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Tengah Sub Sub Holding Commercial and Trading Pertamina (Persero) Brasto Galih Nugroho mengakatakan kekosongan BBM jenis solar ini bisa jadi disebabkan kembali tingginya mobilitas warga.

“Pasca kembali normalnya aktivitas bisnis dan mobilisasi masyarakat, berdampak pada tingginya permintaan BBM,” ujarnya.

BACA JUGA : SPBU Kehabisan Solar, Antrean Truk dan Kendaraan Mengular

Ia mengatakan, seiring dengan keberhasilan Pemerintah dalam penanganan Covid-19 di Indonesia, aktivitas masyarakat terus meningkat dan kembali normal.

Keberhasilan pemerintah dalam program Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berdampak pada peningkatan kebutuhan BBM, termasuk retail dan industri.

Terkait kenaikan signifikan solar subsidi di SPBU 44.593.09 Krawang, Kecamatan Jekulo, Kudus, Pertamina berkomitmen untuk memenuhinya dan paralel berkoordinasi dengan BPH Migas untuk terkait kuota Solar subsidi.

Ia mengatakan, Pertamina Patra Niaga terus memastikan stok maupun proses penyaluran (supply chain) aman berjalan dengan baik, bahkan telah dilakukan penambahan penyaluran Solar subsidi di SPBU tersebut.

Selain penambahan penyaluran, Pertamina juga memastikan kecukupan dan distribusi Solar subsidi, serta mengoptimalkan produksi kilang. Pertamina juga melakukan monitoring penyaluran agar tepat sasaran antara lain dengan sistem digitalisasi dan pemantauan secara real time melalui Pertamina Integrated Command Centre (PICC).

“Dalam proses penyalurannya-pun, Pertamina Patra Niaga juga mematuhi regulasi dan ketetapan pemerintah yang berlaku,” katanya.

Brasto mengatakan, saat ini Pertamina Patra Niaga terus melakukan penghitungan proyeksi kebutuhan Solar Subsidi dan memastikan suplai yang kami lakukan dapat memenuhi peningkatan demand yang terjadi.

Untuk stok dan penyaluran BBM non subsidi seperti Dexlite, Pertamina Dex, Pertamax, dan Pertalite, kata dia, Pertamina memastikan dalam kondisi aman. “Masyarakat tidak perlu khawatir,” jelasnya.

Selain berkoordinasi dengan pihak terkait, Pertamina Patra Niaga berkomitmen untuk menyalurkan Solar Subsidi dengan tepat sasaran sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) 191/2014 dan Surat Keputusan (SK) Kepala BPH Migas No 04/P3JBT/BPH MIGAS/KOM/2020.

 

Halaman:
1
2

Editor: Abdul Muiz

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Polisi Sikat Pelaku Judi Online di Kudus

Jumat, 21 Januari 2022 | 14:55 WIB

Kebakaran di Pasar Kliwon, Kantor BRI Unit Kota Ludes

Kamis, 13 Januari 2022 | 13:23 WIB

Hanura Perintahkan Kader Hadir di Tengah Masyarakat

Kamis, 30 Desember 2021 | 17:20 WIB

Luas Kabupaten Kudus Bertambah 2.228 Hektare

Senin, 27 Desember 2021 | 07:25 WIB
X