Hanya Sentuh Aktor Lapangan, Penindakan Rokok Ilegal Belum Tuntas

- Senin, 18 Oktober 2021 | 06:55 WIB
Rokok ilegal hasil penindakan Bea Cukai Kudus, baru-baru ini. (suaramerdeka.com/Anton WH)
Rokok ilegal hasil penindakan Bea Cukai Kudus, baru-baru ini. (suaramerdeka.com/Anton WH)

KUDUS,suaramerdeka-muria.com - Serangkaian upaya penindakan rokok ilegal yang dilakukan Bea Cukai masih menyisakan pekerjaan rumah dan belum tuntas. Pelaku yang diamankan sebagian besar masih aktor lapangan dan bukan mastermind atau pemrakarsa produksi rokok ilegal. Meskipun demikian, langkah aparat yang secara simultan menggempur produksi dan distribusi rokok ilegal patut diapresiasi.

Pemerhati persoalan buruh dari Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) Kudus, Slamet Macmudi, mengemukakan hal tersebut, Minggu (17/10).

Data yang dihimpun dari penindakan Bea Cukai, aparat baru mengamankan buruh dan pihak yang terlibat dalam pendistribusiannya. ''Yang ditunggu yakni cukong atau pemilik modal produksi rokok ilegal,'' katanya.

BACA JUGA : Tim Gabungan Cukai-Subdenpom Pati Gerebek Pengangkutan Rokok Ilegal

Menurutnya, solusi komprehensif pemberantasan rokok ilegal ditunggu. Penindakan produksi dan distribusi rokok tanpa dilekati cukai saja, dianggap tidak menyelesaikan masalah.

Perlu dipikirkan pengkajian ulang aturan yang dianggap menyulitkan pengusaha rokok kecil. Tujuannya, agar mereka dapat berkembang melalui jalur resmi.

Seandainya upaya tersebut sulit direalisasikan, pemerintah diharapkan membuka usaha alternatif bagi mereka. Hal yang terjadi selama ini, belum ada usaha alternatif di kantong produksi rokok. Berdasarkan pengamatannya, rokok ilegal di Kota Keretek sudah jarang ditemukan. Sebagian besar usaha rokok sudah mematuhi aturan main yang ada.

Dimungkinkan pelaku usaha rokok ilegal masih cukup banyak. Bila ingin memberantas rokok ilegal, mereka perlu diarahkan membuka usaha baru. Sebagian besar pelaku rokok ilegal merupakan pengusaha yang tidak dapat memenuhi aturan percukaian yang ada.

''Meskipun ada yang memang mempunyai niat memproduksi rokok ilegal untuk mendapatkan keuntungan sebanyak-banyaknya,'' jelasnya.

Halaman:

Editor: Abdul Muiz

Artikel Terkait

Terkini

46 Desa di Kudus Miliki Satgas Adat, Ini Tugasnya

Rabu, 23 November 2022 | 22:15 WIB

Ratusan Buruh Rokok asal Jepara Dapat BLT DBHCT

Kamis, 17 November 2022 | 19:09 WIB

Kirab Kebangsaan Ramaikan Maulid dan Haul Mbah Datuk

Minggu, 13 November 2022 | 20:19 WIB
X