KTNA Minta Alokasi Pupuk Bersubsidi Dikaji Ulang

- Senin, 18 Oktober 2021 | 06:25 WIB
Kondisi lahan pertanian di Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, baru-baru ini. (suaramerdeka.com/Anton WH)
Kondisi lahan pertanian di Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, baru-baru ini. (suaramerdeka.com/Anton WH)

KUDUS,suaramerdeka-muria.com - Alokasi dan kebutuhan pupuk bersubsdi perlu dikaji ulang. Data valid diperlukan agar kebutuhan penyubur tanaman tercukupi dengan jumlah dan harga yang wajar saat musim tanam. Pola penggunaan pupuk oleh petani menjadi salah satu dasar mengapa data kebutuhan pupuk harus terus dipantau.

Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Kudus, Hadi Sucahyono, Minggu (17/10) menyatakan penerapan sistem distribusi pupuk bersubsidi dengan menggunakan pola rencana definitif kebutuhan kelompok (RDKK) dinilai sebagai hal yang tepat untuk menekan penyelewengan.

''Secara periodik data RDKK juga harus terus dievaluasi atau dilakukan validasi,'' katanya.

BACA JUGA : Siswa dan Guru Kolaborasi, SMPN 2 Rembang Sukses Produksi Teh Daun Kelor dan Pupuk Organik

Bila tidak dilakukan validasi dikhawatirkan justru akan berdampak sebaliknya. Salah satunya, stok yang ada tidak lagi mencukupi kebutuhan di lapangan.

''Mungkin setiap tahun perlu dilakukan validasi,'' paparnya.

Hal yang menjadi pertimbangan mengapa hal tersebut harus selalu dilakukan, diantaranya kebutuhan dari satu musim ke musim lainnya tidak selalu sama. Terkadang, faktor cuaca menjadi salah satu penyebab mengapa penyubur tanaman dibutuhkan lebih banyak dari jatah yang telah ditetapkan.

''Hal seperti itu terkadang terjadi,'' ungkapnya.

Selain itu, pengelola sistem RDKK juga harus mempertimbangkan pengelola sawah itu sendiri. Seperti diketahui, tidak semua lahan dikerjakan pemilik sawah sendiri. Beberapa diantaranya diserahkan kepada penggarap.

Halaman:

Editor: Abdul Muiz

Tags

Artikel Terkait

Terkini

46 Desa di Kudus Miliki Satgas Adat, Ini Tugasnya

Rabu, 23 November 2022 | 22:15 WIB

Ratusan Buruh Rokok asal Jepara Dapat BLT DBHCT

Kamis, 17 November 2022 | 19:09 WIB

Kirab Kebangsaan Ramaikan Maulid dan Haul Mbah Datuk

Minggu, 13 November 2022 | 20:19 WIB
X