Serunya Festival Kopi Muria, Seratusan Barista Menyeduh Kopi di Pijar Park

- Sabtu, 16 Oktober 2021 | 17:56 WIB
Sejumlah barista menunjukkan keahliannya menyeduh kopi muria di Festival Kopi Muria yang digelar di Pijar Park Kudus, Sabtu (16/10). (suaramerdeka.com/Saiful Annas)
Sejumlah barista menunjukkan keahliannya menyeduh kopi muria di Festival Kopi Muria yang digelar di Pijar Park Kudus, Sabtu (16/10). (suaramerdeka.com/Saiful Annas)

KUDUS,suaramerdeka-muria.com – Aroma khas kopi semerbak di Pijar Park saat seratusan barista menyeduh kopi muria pada festival Kopi Muria, Sabtu (16/10) pagi. Dengan keahliannya, para barista yang datang dari berbagai daerah mencoba menyajikan secangkir kopi muria dengan cita rasa khas menggunakan teknik V60.

Festival kopi muria digelar dua hari, Sabtu dan Minggu (16-17/10), di objek wisata Pijar Park di Desa Kajar, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus. Hasil seduhan para barista itu dinilai langsung oleh juri profesional.

Para juri yang hadir yakni Octavianus Boli, Q Processing – Professional Java Legend, Bimo Sakti Bagus, Q Processing Generalist Java Legend, Nanda Dika Arsena, Q Arabica Grader Java Legend, Doni Dole, Professional Kopi dari Kopithong, dan Haryo Kurniawan dari Dav Coffe Roastery.

BACA JUGA : Ada Festival Kopi di Rembang, Ajak UKM Kopi Naik Kelas

Ketua Panitia Festival Kopi Muria Anton mengatakan, pihaknya juga mengundang juri tamu Quent of Latte Art Jogja QieQie Biant dan juri artis barista asal Jakarta Gabriella Fernanda. “Di kategori manual brewing peserta hanya diberi waktu maksimal 12 menit untuk proses grinder atau penggilingan hingga proses penyeduhan menggunakan teknis V60,” katanya.

Semua pecinta kopi, kata Anton, bisa mengikuti festival ini. “Mayoritas peserta justru datang dari luar daerah. Dari daftar kami, 75 persen peserta datang dari luar daerah, sisanya 25 persen berasal dari Kabupaten Kudus,” katanya.

Peserta yang dari luar daerah paling jauh datang dari Sumbawa, Tasikmalaya, Yogyakarta, dan Salatiga.

Anton mengatakan, lomba di kategori manual breing diikuti sebanyak 75 orang peserta. “Untuk kategori latte art memang kami batasi pesertanya. Ada sebanyak 22 orang peserta yang mendadftar, sementara untuk cup taster ada sebanyak 16 orang. Karena ini sifatnya fun game, kami masih buka pendaftaran selama Festival berlangsung,” katanya.

Anton menuturkan, bahan baku kopi yang diseduh menggunakan kopi Muria. Pilihan kopi Muria ini tak lepas dari tujuan digelarnya festival ini untuk mengangkat pamor Kopi Muria.

Halaman:

Editor: Abdul Muiz

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Persiku Junior Ditarget Berprestasi di Piala Soeratin

Senin, 6 Desember 2021 | 06:10 WIB

BNPB Rekomendasikan BPBD Kudus Naik Klasifikasi A

Jumat, 3 Desember 2021 | 07:05 WIB

Penanganan Banjir Bandang Wonosoco Terabaikan

Kamis, 2 Desember 2021 | 07:15 WIB

Ratusan Meter Tanggul Kritis di Sungai Dawe Diperkuat

Selasa, 30 November 2021 | 07:47 WIB
X