Nasib, Sebatang Kara di Usia Senja, Mbah Ngasni Dikirim ke Panti Jompo

- Jumat, 15 Oktober 2021 | 13:20 WIB
Kondisi sebatang kara Mbah Ngasni mengundang keprihatinan banyak pihak. (suaramerdeka.com/Beni Dewa)
Kondisi sebatang kara Mbah Ngasni mengundang keprihatinan banyak pihak. (suaramerdeka.com/Beni Dewa)

PATI, suaramerdeka-muria.com – Kisah Mbah Ngasni, warga Dukuh Klumpit, Desa Kedalon, Kecamatan Batangan menarik simpati banyak orang.

Di masa senjanya, dia harus tinggal sebatang kara.

Mbah Ngasni sendiri awalnya hidup berkecukupan semasa suaminya masih hidup.

Baca Juga: Wujudkan Wilayah Bebas Korupsi, BKD Rembang Janjikan Pelayanan Tanpa Pungli

Namun selepas ditinggal mangkat suaminya, semua harta benda beserta tanah rumahnya dijual secara perlahan untuk biaya hidupnya.

Beruntung pemilik rumah dan tanah yang ditempatinya mengizinkan agar Mbah Ngasni tinggal di sana.

Baca Juga: Jadwal dan Link Live Streaming Liga 2 Hari Ini Jumat, Sulut United vs Persiba, Sriwijaya FC vs PSPS Riau

Pemiliknya bahkan turut merawatnya.

Kondisi Mbah Ngasni itu akhirnya mengundang iba dari masyarakat desa setempat, pemerintah desa, hingga anggota Dewan perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI) Firman Soebagyo.

“Memang pembeli atau pemilik rumah dan tanah yang sekarang mengizinkan nenek Ngasni tinggal di situ dan merawatnya seumur hidupnya. Agar tidak menjadi beban masyarakat sekitar, alhamdulillah saya telah melakuan pendekatan dengan yang bersangkutan. Kesepakatan perangkat desa dan warga masyarakat menyerahkan yang bersangkutan untuk dirawat di panti jompo di Rembang,” jelas Kades Kedalon Kecamatan Batangan, Hartatik.

Halaman:

Editor: Ilyas al-Musthofa

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X