2021 Kudus Ditarget Bebas Frambusia

- Senin, 11 Oktober 2021 | 08:23 WIB
Sosialisasi pencegahan frambusia oleh Tim DKK, baru-baru ini. (suaramerdeka.com/Anton WH)
Sosialisasi pencegahan frambusia oleh Tim DKK, baru-baru ini. (suaramerdeka.com/Anton WH)

KUDUS,suaramerdeka-muria.com - Kabupaten Kudus ditarget bebas frambusia tahun ini. Target cukup beralasan karena sejak 2011 Kota Keretek bebas kasus frambusia.

Kasi Pencegahan dan Penanganan Penyakit Menular (P2PM) Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus, Nuryanto, menyebut Kudus menjadi daerah nomor tiga di Jawa Tengah yang meraih predikat eradikasi frambusia, setelah Kota Salatiga dan Kabupaten Kendal. Keberhasilan tersebut menjadi bukti upaya antisipasi yang dilakukan selama ini.

''Di Jateng sudah ada dua kabupaten dan kota yang mendapat presikat daerah eradikasi frambusia, yakni Kota Salatiga dan Kabupaten Kendal,'' katanya.

BACA JUGA : Partai Golkar Kudus Terjunkan Yellow Clinic Pacu Vaksinasi Covid-19

Jika tahun ini Kabupaten Kudus lolos, akan jadi daerah ketiga di Jawa Tengah yang bebas frambusia. Penilaian eradikasi atau tidak ditemukannya sebuah penyakit pada suatu kawasan melalui sejumlah tahap penilaian dari tim Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) Kementrian Kesehatan. Kegiatan penilaian dilakukan mulai awal bulan Oktober ini.

"Penilaiannya dilakukan di dua lokasi, yaitu di wilayah Puskesmas Ngemplak dan Dinas Kesehatan Kudus,'' paparnya.

Wilayah Puskesmas Ngemplak dipilih karena daerah tersebut dinilai potensial kasus frambusia. Secara geografis, daerah Undaan merupakan dataran rendah yang tergenang banjir saat musim penghujan dan mengalami kekeringan saat musim kemarau. Kondisi lingkungan yang seperti ini potensial menimbulkan kasus frambusia.

"Frambusia atau petek, itu penyakit kulit yang disebabkan oleh bakteri Treponema Pallidum,'' jelasnya.

Penyakit ini menular melalui luka, yang menyebabkan cacat fisik pada penderitanya. Kasus farmabusia banyak ditemukan saat orde baru di daerah-daerah kumuh. Selain faktor lingkungan, hygiene sanitasi masyarakat saat itu juga mempengaruhi.

Halaman:

Editor: Abdul Muiz

Tags

Artikel Terkait

Terkini

46 Desa di Kudus Miliki Satgas Adat, Ini Tugasnya

Rabu, 23 November 2022 | 22:15 WIB

Ratusan Buruh Rokok asal Jepara Dapat BLT DBHCT

Kamis, 17 November 2022 | 19:09 WIB

Kirab Kebangsaan Ramaikan Maulid dan Haul Mbah Datuk

Minggu, 13 November 2022 | 20:19 WIB
X