Diduga Ada Intimidasi dan Pelecehan, Mahasiswa UMK Wadul Bupati

- Sabtu, 9 Oktober 2021 | 05:17 WIB
Mahasiswa UMK mengikuti audiensi dengan Bupati Kudus menuntut jajaran rektor dan wakil rektor mundur dari jabatannya, Jumat (8/10/2021). (suaramerdeka.com/Saiful Annas)
Mahasiswa UMK mengikuti audiensi dengan Bupati Kudus menuntut jajaran rektor dan wakil rektor mundur dari jabatannya, Jumat (8/10/2021). (suaramerdeka.com/Saiful Annas)

KUDUS,suaramerdeka-muria.com– Mahasiswa Universitas Muria Kudus (UMK) mendatangi Pendapa Kabupaten Kudus wadul ke Bupati Kudus Hartopo menyusul adanya dugaan pelecehan dan intimidasi kepada mahasiswa dan dosen.

Mahasiswa yang diwakili pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) diterima Hartopo di Pendapa Kabupaten Kudus, Jumat (8/10).

Hadir pada audiensi mahasiswa dengan Bupati Kudus Hartopo itu, Ketua Yayasan Pengurus UMK Wahyu Wardhana. Dalam audiensi itu, BEM mendesak Bupati Kudus Hartopo turun tangan menyelesaikan pelanggaran-pelanggaran di rektorat UMK.

BACA JUGA : Rekening Dibobol Rp 5,8 Miliar, Nasabah Gugat Bank Mandiri Rp 55,8 Miliar

“Kami sudah menanyakan ke rektorat tetapi tidak ada jawaban. Kemana lagi kami mengadu selain kepada bupati Kudus,” kata Alvin Rizqya.

Kepada bupati, mereka juga khawatir jika pasca audiensi ini, kembali muncul intimidasi kepada BEM maupun DMP. Pasalnya sebelumnya, sejumlah mahasiswa dan dosen mengungkapkan jika pernah mendapatkan intimidasi dan pelecehan dari wakil rektor I.

“Kami ingin ada jaminaan dari pihak Yayasan agar tidak ada intimidasi karena setelah audensi ini pasti akan muncul berita-berita di media,” katanya.

Dalam tuntutannya, BEM dan DPM menuntut agar rektor dan wakil rektor. Mereka menilai Retor UMK Darsono telah melanggar tata kelola di statuta dan sumpah jabatan. Mereka juga mendesak Wakil Retor I Sulistyowati mundur karena dinilai cacat moral, memposisikan diri lebih tinggi dari rektor dan suka mengintimidasi dosen dan mahasiswa UMK.

“Kami juga menolak dunia akademisi dimasuki oleh orang politik. Kami juga menuntut Wakil rektor II untuk mundur karena tidak sesuai dengan persyaratan yang telah ditentukan oleh rektor. Kami juga menuntut agar WR III mundur karena sakit menahun, jantung dan Parkinson, sehingga tidak bisa melaksanakan tugasnya,” ujarnya.

Halaman:

Editor: Abdul Muiz

Tags

Artikel Terkait

Terkini

46 Desa di Kudus Miliki Satgas Adat, Ini Tugasnya

Rabu, 23 November 2022 | 22:15 WIB

Ratusan Buruh Rokok asal Jepara Dapat BLT DBHCT

Kamis, 17 November 2022 | 19:09 WIB

Kirab Kebangsaan Ramaikan Maulid dan Haul Mbah Datuk

Minggu, 13 November 2022 | 20:19 WIB

Momen Hari Pahlawan, Bupati Hartopo Ingatkan Persatuan

Sabtu, 12 November 2022 | 06:39 WIB

Di Kudus, 391 Orang Telah Daftar Seleksi PPPK Guru

Sabtu, 12 November 2022 | 06:33 WIB
X