Lagi, Warga Terban Gali Gua Jepang di Bukit Piramid Patiayam

- Senin, 27 September 2021 | 09:05 WIB
Warga menggunakan cangkul membuka gua jepang yang terutup tanah di areal situs purbakala Patiayam lereng Bukit Cangkraman Desa Terban, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, Minggu (26/9). (suaramerdeka.com/dok)
Warga menggunakan cangkul membuka gua jepang yang terutup tanah di areal situs purbakala Patiayam lereng Bukit Cangkraman Desa Terban, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, Minggu (26/9). (suaramerdeka.com/dok)

KUDUS,suaramerdeka-muria.com – Penggalian gua jepang yang tertutup tanah di Desa Terban, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus kembali dilanjutkan. Kepala Desa Terban Supeno mengatakan, pihaknya mulai melakukan penggalian gua yang tertutup tanah, Minggu (26/9).

Penggalian dilakukan secara manual. Warga menggunakan cangkul bergotong-royong menggali untuk membuka mulut gua yang tertutup tanah. Lokasi penggalian berada di sisi barat lereng bukit piramid Cangkraman.

“Jika yang kemarin lokasi gua yang sudah dibuka berada di timur Surau Gondhang Pandean, kali ini yang kami buka di sebelah barat surau persis di lereng bukit piramid Cangkraman,” kata Supeno.

BACA JUGA : Menggali Gua Tersembunyi di Lereng Perbukitan Patiayam

Bukti Cangkraman disebut piramid karena bentuknya mengerucut ke atas, persis seperti piramid. Bukit yang menjadi lokasi pengibaran bendera raksasa menjelang peringatan HUT RI, beberapa waktu lalu itu bisa dilihat langsung dari Jalur Pantura.

Sudah ada dua gua Jepang yang dibuka saat ini. Satu gua lokasinya di sebuah bukit persis di sebelah utara Bukit Cangkraman. Gua itu berbentuk seperti huruf T. Dari mulut gua, bentuk terowongan memiliki cabang pertigaan di bagian dalam persis seperti huruf T.

Sementara gua jepang yang baru dibuka beberapa waktu lalu berada di sebelah timur surau. Gua yang berhasil dibuka akhir Agustus lalu itu memiliki panjang 5,5 meter dengan lebar 2,5 meter.

Saat penggalian ditemukan tiang penyangga di bagian kanan dan kiri dinding gua. Total ada 12 tiang penyangga dari kayu dengan paku besi berbentuk U. Karena sumber airnya melimpah, warga membuat aliran menuju depan gua.

Airnya yang mengalir dari dalam gua cukup banyak. “Bagian depan mulut gua sudah kami buka selebar 7 meter. Misal air dimanfaatkan untuk kolam ikan di depan gua bisa. Uniknya meski tandus, airnya cukup banyak,” kata Supeno.

Halaman:

Editor: Abdul Muiz

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X