Musim Kemarau, Kudus Yakin Tak Butuh Droping Air Bersih Lagi

- Senin, 27 September 2021 | 06:55 WIB
Petugas PDAM mengecek kondisi infrastruktur sumur baku di Desa Cendono, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus. (suaramerdeka.com/Anton WH)
Petugas PDAM mengecek kondisi infrastruktur sumur baku di Desa Cendono, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus. (suaramerdeka.com/Anton WH)

KUDUS,suaramerdeka-muria.com - Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) memperkirakan tahun ini tidak memerlukan droping air bersih lagi ke sejumlah wilayah. Selain Kota Keretek sudah sering diguyur hujan yang berdampak pada peningkatan sumber air, sejumlah antisipasi sudah dilakukan perusahaan pelat merah tersebut untuk memproduksi air baku.

Direktur PDAM Yan Laksmana kepada Suara Merdeka, Minggu (26/9) menyatakan sudah melakukan sejumlah upaya agar tidak terjadi droping air lagi.

Salah satunya penambahan sumur produksi beserta infrastruktur kelengkapannya. ''Kami memperkirakan tidak perlu droping,'' katanya.

BACA JUGA : SPAM Regional Sepuluh Tahun Jalan di Tempat

Hingga kemarin PDAM sudah mempunyai 65 sumur produksi yang tersebar pada sejumlah lokasi. Kemampuan produksi sumur produksi antara 8 liter per detik hingga 12 liter per detik.

''Dua sumur produksi kami bangun tahun ini,'' jelasnya.

Total kemampuan produksi air bersih mencapai 447,5 liter per detik. Adapun kebutuhan saat sekarang mencapai 300 liter per detik. Jumlah tersebut digunakan untuk memasok 51 pelanggan.

Diakuinya, di sejumlah wilayah air PDAM tidak dapat mengalir 24 jam. Wilayah seperti Glagahwaru, Kutuk dan Kalirejo hingga saat sekarang baru dapat dialirkan 15 jam setiap hari. Namun, jam layanan saat sekarang sudah meningkat dibandingkan beberapa waktu yang lalu.

Jika terpaksa harus dilakukan droping, pihaknya memastikan mempunyai stok yang aman. Pengertiannya, alokasi yang akan didistribusikan tidak mengganggu jatah pelanggan.

Halaman:

Editor: Abdul Muiz

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X