Truk Pengangkut Rokok Ilegal Diamankan, 1,2 Juta Batang Disita

- Sabtu, 25 September 2021 | 06:25 WIB
Barang bukti penindakan rokok ilegal oleh Tim Bea Cukai Kudus, kemarin. (suaramerdeka.com/Anton WH)
Barang bukti penindakan rokok ilegal oleh Tim Bea Cukai Kudus, kemarin. (suaramerdeka.com/Anton WH)

KUDUS,suaramerdeka-muria.com – Aparat Bea dan Cukai Kudus kembali menggagalkan pengiriman rokok ilegal  di wilayahnya. Kali ini petugas mendapati truk bermuatan rokok polos di Jalan Lingkar Pati, pekan ini.

Informasi yang dihimpun, sebuah truk berisi 1,2 juta batang rokok ilegal diamankan saat menambal ban di Jalan Lingkar Selatan Pati.

Menurut Kepala Bea dan Cukai Kudus, Gatot Sugeng Wibowo, penindakan dilakukan pada Rabu (22/9). "Petugas menerima laporan kegiatan distribusi rokok ilegal di Kabupaten Pati," katanya.

BACA JUGA : Bea Cukai Kudus Bongkar Penjualan Rokok Ilegal Melalui E-Commerce

Informasi ditindaklanjuti dengan penyisiran Jalan Raya Pati-Surabaya. Ditambahkannya, Rabu (22/9) malam sekitar pukul 22.00 WIB Tim Bea Cukai Kudus menemukan sebuah truk mencurigakan terparkir di tempat tambal ban di Jalan Lingkar Selatan Pati.

Aparat melakukan pemeriksaan muatan truk dan mendapati jutaan batang rokok ilegal tanpa dilekati pita cukai. Rokok ilegal yang disita jenis Sigaret Kretek Mesin (SKM), dikemas dengan merk “PASTI PAS”.

"Sopir dan truk dibawa ke Kantor Bea Cukai Kudus untuk pemeriksaan lebih lanjut," ujarnya.

Gatot mengungkapkan sopir truk berinisial W (49) tahun, warga Kabupaten Kudus. Sampai saat ini, yang bersangkutan masih jalani pemeriksaan di Kantor Bea Cukai Kudus.

Hasil penindakan, tim mengamankan 1,2 juta batang rokok ilegal dengan nilai mencapai Rp 1,24 miliar. Adapun potensi kerugian negara sebesar Rp 804,3 juta.

Halaman:

Editor: Abdul Muiz

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Lagi, Petugas Amankan Mobil Pengangkut Rokok Ilegal

Selasa, 26 Oktober 2021 | 10:15 WIB

Bupati Kudus Tegaskan Pelarangan Kafe Karaoke

Selasa, 26 Oktober 2021 | 10:09 WIB

PUPR Benahi Kerusakan Jalan Kudus-Jepara

Selasa, 19 Oktober 2021 | 05:55 WIB

KTNA Minta Alokasi Pupuk Bersubsidi Dikaji Ulang

Senin, 18 Oktober 2021 | 06:25 WIB
X