Resmi, Proyek Jembatan Jalan Lingkar Sarang Putus Kontrak, Berakhir Mangkrak?

- Jumat, 17 September 2021 | 19:29 WIB
Gambaran pekerjaan Jembatan Temperak Sarang pada 14 September 2021 yang termasuk masih minim lantaran pada pekan lalu PPKom mencatat baru 5 persen.  (suaramerdeka.com/Ilyas al-Musthofa)
Gambaran pekerjaan Jembatan Temperak Sarang pada 14 September 2021 yang termasuk masih minim lantaran pada pekan lalu PPKom mencatat baru 5 persen. (suaramerdeka.com/Ilyas al-Musthofa)

REMBANG, suaramerdeka-muria.com – Pemkab Rembang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTARU) secara resmi akhirnya memutus kontrak terhadap PT. Unggul Perdana Mulya, rekanan pengerja Jembatan Jalan Lingkar Sarang.

Pemutusan kontrak pekerjaan dilakukan per Jumat, 17 September 2021.

Dengan demikian, pekerjaan oleh rekanan tersebut atas jembatan yang berada di Desa Temperak itu sudah dihentikan.

Baca Juga: Di Tengah Pandemi, Bisnis Kosmetik Lokal Pati Sukses Tembus Pasar Internasional

Progres terkini yang disampaikan Pembuat Komitmen (PPKom) sebelumnya, kepada wartawan atas proyek tersebut adalah 5 persen.

Jika Pemkab Rembang tidak segera mengambil langkah bijak, tidak mustahil jembatan yang dianggarkan dengan dana sebesar lebih dari Rp 7 miliar itu rawan mangkrak.

Baca Juga: Edan, Dililit Utang, Perangkat Desa di Lasem Ini Carikan Istrinya Suami Kedua Melalui MiChat

PPKom proyek, Nugroho yang juga merupakan Kabid Jalan dan Jembatan DPUTARU Rembang menyatakan, ada dua hal mendasar yang menjadikan kebijakan putus kontrak ditempuh.

Baca Juga: Progres Terdata Baru 5 Persen, Jembatan Temperak Sarang Putus Kontrak?

Pertama, penyedia jasa tidak mampu menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan batas waktu kontrak yang telah disepakati.

Halaman:

Editor: Ilyas al-Musthofa

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X